Lailatulqadar, Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan
- 12 Mar 2026 07:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Malam Lailatulqadar merupakan malam paling mulia dalam bulan Ramadan yang keutamaannya dijelaskan dalam Surah Al-Qadr. Pada ayat ketiga disebutkan bahwa “Lailatulqadar lebih baik dari seribu bulan”, yang berarti nilai ibadah pada malam tersebut lebih utama dibandingkan ibadah selama sekitar 83 tahun.
Hal itu disampaikan Ustaz Abu Bakar, S.Ag., dalam acara Hikmah Subuh di RRI Banjarmasin, Kamis, 12 Maret 2026. Ia menjelaskan, Lailatulqadar juga dikenal sebagai malam penentuan, yaitu saat Allah menetapkan berbagai ketentuan takdir manusia untuk satu tahun ke depan.
Pada malam penuh keberkahan itu, para malaikat bersama Malaikat Jibril turun ke bumi membawa rahmat dan ketenangan hingga terbit fajar. Rasulullah saw. juga bersabda bahwa siapa saja yang menghidupkan malam tersebut dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Para ulama sepakat Lailatulqadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Meski sebagian sahabat berpendapat malam ke-27 memiliki kemungkinan kuat, para ulama menegaskan waktunya tidak ditentukan secara pasti agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir.
Umat Islam dianjurkan mengisi malam tersebut dengan berbagai amalan, seperti salat malam, memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, beristigfar, serta bersedekah. Selain itu, umat juga dianjurkan membaca doa yang diajarkan Nabi Muhammad saw., yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni” yang berarti memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pemaaf.
Dengan memahami keutamaan Surah Al-Qadr dan malam Lailatulqadar, diharapkan umat Islam semakin meningkatkan ibadah pada penghujung Ramadan. Upaya tersebut dilakukan untuk meraih keberkahan malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.