Sampah Pasar Wadai Disentil Lagi, Wali Kota Tugaskan Disbudporapar Evaluasi EO!

  • 11 Mar 2026 10:10 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menyoroti pengelolaan Festival Pasar Wadai Ramadan yang digelar di Kawasan siring Nol Kilometer Banjarmasin. Kali ini, perhatian diarahkan pada dua persoalan krusial, yakni penataan kawasan dan pengelolaan sampah yang dinilai masih perlu pembenahan.

Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR menegaskan bahwa pasar kuliner tahunan tersebut tidak boleh hanya berfokus pada geliat ekonomi dan keramaian pengunjung. Menurutnya, kegiatan besar seperti Pasar Wadai harus disertai pengelolaan yang tertib, bersih, dan ramah lingkungan.

“Pasar Wadai ini bukan sekadar tempat orang datang membeli makanan. Penataan kawasan dan pengelolaan sampahnya juga harus rapi dan teratur,” kata Yamin.

“Jangan hanya berfokus pada geliat ekonomi dan keramaian pengunjung,” ujarnya lagi.

Yamin mengungkapkan, dirinya telah menerima sejumlah masukan dari para pedagang yang berjualan di kawasan Pasar Wadai. Keluhan itu terutama berkaitan dengan penataan tenant dan penanganan sampah yang dinilai belum maksimal.

“Beberapa pedagang menyampaikan keluhan terkait penataan dan pengelolaan sampah di Pasar Wadai,” ucapnya.

Kami berharap dinas terkait bisa segera berkoordinasi dengan penyelenggara agar penataan kawasan dan pengelolaan kebersihannya lebih baik,” ujarnya menambahkan.

Ia meminta instansi terkait, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, segera melakukan evaluasi bersama pihak penyelenggara agar pengelolaan kegiatan kuliner tahunan tersebut bisa berjalan lebih optimal. Selama ini, Pasar Wadai Ramadan dikenal sebagai salah satu pusat kuliner musiman yang selalu dipadati pengunjung setiap malam.

Namun tingginya aktivitas perdagangan dan arus masyarakat juga memicu peningkatan volume sampah yang cukup besar setiap harinya. Karena itu, Pemko Banjarmasin menilai pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan mengangkutnya ke tempat pembuangan.

Langkah pemilahan sejak dari sumber jadi kunci untuk menekan dampak lingkungan,” ucapnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠“Memang tenant di Pasar Wadai ini tidak dipungut biaya. Tapi kebersihan tetap harus menjadi perhatian bersama. Sampah harus dipilah antara organik dan nonorganik, kemudian dikelola dengan baik, bukan sekadar dipindahkan ke tempat lain,” ujarnya tegas.

Rekomendasi Berita