Makna Logo Peringatan Hari Ibu 2025
- 21 Des 2025 22:09 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember menjadi momentum refleksi atas peran strategis perempuan Indonesia dalam sejarah dan pembangunan bangsa. Peringatan ini juga menegaskan penghargaan negara terhadap dedikasi perempuan dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.
Berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang diterbitkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI, tema yang diusung yakni “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menekankan pentingnya penguatan kapasitas perempuan sebagai penggerak pembangunan nasional.
Selain tema, logo resmi Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 juga diluncurkan dengan mengusung makna filosofis yang mendalam. Logo ini merepresentasikan nilai ketangguhan, kepedulian, dan kontribusi perempuan Indonesia dalam berbagai fase sejarah bangsa.
Baca juga: Makna Tema Peringatan Hari Ibu 2025
Gambar bunga melati pada logo melambangkan ketulusan, kesucian, dan kasih sayang perempuan dalam menjalankan perannya. Melati juga merefleksikan ikatan emosional antara ibu dan anak, sekaligus simbol keikhlasan perempuan dalam merawat persatuan bangsa.
Warna merah dan putih yang berkibar menggambarkan semangat perjuangan perempuan Indonesia yang tak pernah padam dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Adapun angka 97 menjadi penanda panjangnya perjalanan perempuan Indonesia dalam mengambil peran aktif di berbagai bidang kehidupan.
Semboyan “Merdeka Melaksanakan Dharma” menegaskan komitmen perempuan untuk terus berkontribusi, berkarya, dan mengabdi bagi kemajuan bangsa. Ungkapan tersebut mencerminkan kesinambungan peran perempuan dari masa perjuangan hingga pembangunan berkelanjutan.
Melalui peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, masyarakat diajak memperkuat sinergi dalam mendukung pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Upaya bersama ini diharapkan mampu menghadirkan Indonesia yang setara, inklusif, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.