Investasi Reksadana: Kenali Peluang dan Risikonya

  • 30 Jul 2025 16:46 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Investasi reksadana terus menunjukkan perkembangan positif di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda dan investor pemula. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor produk ini mencapai lebih dari 13 juta per Juni 2025, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Wilayah Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Selatan, Febby Devina, dalam program Mozaik Indonesia di RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu (30/7/2025). Ia menyebut reksadana sebagai instrumen yang mudah diakses dan relatif aman karena dikelola oleh manajer investasi bersertifikat.

“Reksadana dipandang sebagai instrumen investasi yang mudah dijangkau dan cukup aman, karena dikelola oleh manajer investasi profesional,” ujarnya.

Febby menjelaskan, dana yang dihimpun akan dialokasikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Pola diversifikasi ini membantu mengurangi risiko signifikan karena tidak bergantung pada satu jenis aset.

Lebih lanjut, menurutnya, pemilihan jenis reksadana yang sesuai dengan profil risiko, seperti saham atau campuran, dapat memberikan potensi imbal hasil lebih tinggi dibandingkan produk keuangan tradisional, seperti tabungan dan deposito.

Ia menambahkan, pemahaman yang memadai dapat menjadikan reksadana sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial. Meski demikian, edukasi berkelanjutan dan kedisiplinan tetap menjadi kunci dalam membangun portofolio investasi yang sehat.

Rekomendasi Berita