Mengubah Paradigma Masyarakat tentang Disabilitas

  • 12 Mar 2026 20:20 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ketika seorang anak lahir dengan keterbatasan, masyarakat sering memandangnya sebagai karma atau cobaan. Pandangan ini muncul karena banyak mitos yang beredar di masyarakat.

Salah satu mitos menyebutkan bahwa perilaku orang tua saat kehamilan, misalnya membunuh ular, dapat memengaruhi kondisi anak yang dilahirkan. Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Helma Nuraini, S.Psi., M.Pd., pada acara Ruang Disabilitas dan Inklusi di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 7 Maret 2026.

“Mitos ini bercampur dengan agama sehingga disabilitas dianggap sebagai kekurangan atau karma,” ujarnya. “Atau bahkan dianggap sebagai dosa yang dilakukan orang tua yang melahirkan anak disabilitas.”

Helma menekankan pentingnya mengubah pemikiran tersebut melalui pendekatan teologi disabilitas yang lebih inklusif. Paradigma baru ini menegaskan bahwa disabilitas bukanlah kesalahan, hukuman, maupun akibat dosa orang tua.

“Karena Allah tidak pernah zalim terhadap hamba-Nya,” kata Helma. “Ketika diberikan ketidakmampuan atau ketidaknormalan, pasti ada maksud dan hikmah di baliknya.”

Rekomendasi Berita