Stok Kurma Langka, Dapur MBG Alihkan Menu ke Buah-buahan
- 12 Mar 2026 05:52 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin - Tingginya permintaan komoditas kurma oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyebabkan menipisnya stok di pasaran. Kelangkaan ini pun memaksa sejumlah pengelola dapur gizi di Banjarmasin melakukan penyesuaian menu.
Kepala SPPG Sungai Bilu, Ahmad Rizqi, mengatakan pihaknya kesulitan mendapatkan pasokan kurma sejak memasuki pertengahan Ramadan. Pengalihan menu kurma menjadi buah-buahan lainnya dilakukan guna memastikan distribusi paket MBG Ramadan tetap berjalan.
"Sekarang harga di pasaran sempat tembus lebih dari Rp500 ribu per paket 10 kilogram dan barang mulai langka. Makanya, kami pilih bergeser menggunakan buah-buahan lain," ujar Ahmad Rizqi, Rabu, 11 Maret 2026.
Beberapa jenis buah seperti lengkeng, jeruk santang, pir, hingga apel malang kini menjadi opsi pengganti. Meski demikian, ia memastikan Asupan Kecukupan Gizi (AKG) tetap menjadi prioritas utama.
"Kami terus berkoordinasi dengan ahli gizi di wilayah kerja kami guna memastikan asupannya tetap lengkap dan aman," katanya menambahkan.
Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Sudimampir, Ahmad Mubarak, menyebut persediaan kurma di tokonya kini sedang menipis. Salah satu yang mengalami kekosongan saat ini adalah jenis kurma Mesir.
Mubarak mengatakan salah satu pemicu stok cepat habis adalah permintaan dari para pengelola SPPG. Pesanan dalam skala besar dari berbagai daerah membuat persediaan di tingkat agen menipis.
"Yang mengambil tidak dari Banjarmasin saja, ada dari daerah lain, bahkan sampai dari Batulicin," ucapnya.
Menurutnya, kosongnya stok di daerah lain membuat pengelola SPPG mencari kurma langsung ke Banjarmasin. Kondisi ini pun membuat harga kurma mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Karena barangnya langka, harganya naik antara 50 sampai 100 persen," katanya.
Di toko Mubarak, kurma Mesir kemasan 10 kilogram yang biasanya dijual seharga Rp250 ribu, kini menyentuh angka Rp400 ribu. Kondisi ini diprediksi masih akan terus terjadi seiring dengan meningkat pula permintaan masyarakat menjelang Idulfitri.