Langkah yang Harus Dilakukan Jika Keracunan Makanan

  • 16 Des 2024 15:27 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Kabar terkait sebanyak 30 tamu Hotel di Bandar Lampung mengalami keracunan setelah menyantap sajian seafood di restoran hotel di Bandarlampung pada Kamis malam (12/12/2024).

Insiden tersebut juga mengakibatkan para korban, yang mayoritas adalah karyawan yang berlokasi di Sumatera Selatan, harus dilarikan ke RS Budi Medika untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol M Hendrik Apriliyanto, mengonfirmasi pemeriksaan tersebut.

“Benar, hingga tadi malam setelah adanya informasi terkait keracunan makanan, kami melakukan penyelidikan. Kepala Chef dan Cook Helper sudah dimintai keterangan," katanya, Sabtu (14/12/2024).

Dilansir dari wikipedia, Keracunan makanan adalah penyakit yang dihasilkan akibat dari penggunaan makanan yang tercemar, patogen bakteri, virus, atau parasit yang mencemari makanan, dan juga kimia atau racun alami seperti sebagai jamur.

Onset gejala dan tingkat keparahan tergantung pada waktu yang infeksi yang diperlukan untuk kalikan dan memegang. Kali ini disebut periode inkubasi-nya. Ada lebih dari 250 penyakit yang bertalian dengan makanan.

CDC memperkirakan bahwa 68% dari kasus-kasus keracunan makanan yang disebabkan karena organisme tidak terdeteksi atau tidak diketahui. Hal ini karena kebanyakan kasus menyelesaikan sendiri dan tidak memerlukan rawat inap. Penyebab adalah terutama dua-organisme menular dan racun. Keracunan makanan dapat diklasifikasikan menurut keparahan dan awal.

Keracunan makanan terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, atau racun tertentu. Gejalanya bervariasi dari ringan hingga berat, termasuk mual, muntah, diare, kram perut, hingga demam. Dalam kasus serius, keracunan makanan dapat menyebabkan dehidrasi atau komplikasi lain yang memerlukan perhatian medis. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Cukupi Cairan Tubuh.

Orang yang keracunan makanan biasanya akan mengalami gejala mual dan muntah serta diare yang muncul dalam 6–48 jam setelah makan. Apabila gejala tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi ini berisiko menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.

Maka dari itu, penderita disarankan untuk tetap mengonsumsi air mineral atau cairan elektrolit sedikit demi sedikit guna menjaga keseimbangan cairan tubuhnya. Hal tersebut juga berguna untuk membuang racun di dalam tubuh.

2. Posisi Tepat Saat Muntah

Hindari posisi berbaring apabila gejala mual dan muntah masih berlanjut. Penderita disarankan untuk duduk dalam posisi tegak. Hal ini bertujuan untuk mencegah muntah masuk ke dalam saluran pernapasan yang berisiko menyebabkan penderita mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, pada saat muntah, posisikan kepala sedikit menunduk agar makanan tidak kembali turun ke tenggorokan, sehingga risiko tersedak dapat diminimalkan.

3. Konsumsi Makanan yang Tepat

Batasi asupan makanan hingga gejala keracunan mereda. Selain itu, konsumsi makanan rendah lemak yang mudah dicerna, seperti pisang, madu, bubur, dan kentang. Hindari minuman beralkohol, kafein, susu, makanan pedas, berminyak, atau makanan dan minuman asam untuk sementara waktu karena berisiko memperburuk gejala keracunan.

4. Konsumsi Air Jahe

Pertolongan pertama keracunan makanan basi atau makanan tidak higienis juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi air jahe. Air jahe diketahui dapat membantu meredakan gejala keracunan seperti mual dan nyeri perut. Selain itu, air rebusan jahe juga dapat memberi efek menenangkan pada saluran pencernaan sehingga cukup baik dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan lainnya.

5. Hindari Mengonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter

Muntah dan diare akibat keracunan makanan merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan racun dari saluran pencernaan. Ketika sedang mengalami kondisi ini, sebaiknya hindari mengonsumsi obat antidiare tanpa resep dokter karena berpotensi memperburuk gejala keracunan.

6. Istirahat yang Cukup

Apabila gejala keracunan makanan sudah mulai mereda, usahakan untuk tidak terburu-buru melakukan aktivitas. Penderita keracunan makanan disarankan untuk beristirahat secara optimal guna memberikan waktu pada tubuh agar bisa pulih sepenuhnya.

7. Segera Periksa ke Dokter

Apabila gejala yang dialami tak kunjung membaik bahkan setelah melakukan beberapa cara mengatasi keracunan makanan di atas, langkah selanjutnya yang paling efektif adalah mencari pertolongan medis. Penanganan dari dokter dibutuhkan dengan cepat jika penderita mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala berikut ini:

· Muntah berkelanjutan dan kesulitan untuk mengonsumsi makanan serta minuman.

· Muntah disertai darah atau BAB berdarah.

· Nyeri perut hebat.

· Diare tak kunjung berhenti setelah tiga hari.

· Mengalami gejala dehidrasi, seperti mulut kering, haus berlebihan, nyeri kepala, dan sulit BAB.

· Mengalami gejala neurologi, seperti kesemutan, kelemahan otot, atau penglihatan kabur.

Penanganan yang tepat dan segera sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika situasi memburuk, segera cari bantuan medis untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....