Tren Berubah, Disparekraf Lampung Optimalkan Media Sosial
- 07 Okt 2026 15:57 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung terus menyesuaikan strategi promosi pariwisata di tengah perubahan tren media dan perilaku wisatawan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat promosi melalui media sosial dan menggandeng influencer.
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Disparekraf Provinsi Lampung, Duhana Sari, mengatakan bahwa perubahan tren menjadi salah satu hal yang perlu terus diikuti dalam upaya memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Lampung. Menurutnya, karena adanya efisiensi anggaran untuk kegiatan promosi, membuat pemanfaatan media sosial menjadi salah satu alternatif promosi.
“Karena anggaran pemerintah tidak terlalu banyak, jadi kita kasih solusi dengan mempromosikan di media sosial karena anggarannya sangat sedikit tetapi jangkauannya luas,” kata Duhana Sari, saat diwawancara usai Dialog Pemda Menyapa Pro 1 RRI Bandar Lampung, Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia juga menjelaskan, Disparekraf Provinsi Lampung juga memiliki tim media sosial yang secara aktif mengikuti perkembangan tren untuk menyesuaikan konten promosi pariwisata khususnya di Instagram, untuk memperluas distribusi konten promosi pariwisata.
Selain itu, promosi dilakukan dengan melibatkan sejumlah brand ambassador dan influencer untuk menghasilkan konten yang dapat memperluas jangkauan promosi destinasi dan potensi ekonomi kreatif daerah.
“Kita terus mengikuti perkembangan-perkembangan,” katanya, menambahkan. “Kita juga mengajak para brand ambassador dengan bantuan mereka membuat konten pariwisata, itu salah satu strategi kita.”
Salah seorang warga Bandarlampung, Adenin mengatakan, sebagai penikmat festival pariwisata di Bandar Lampung, ia melihat bahwa melakukan promosi melalui media sosial terasa lebih efektif. Hal ini menurut Adenin, dikarenakan anak muda lebih aktif menggunakan sosial namun perlu adanya perhatian untuk mengundang artis dengan rekam jejak yang baik.
“Menurut saya, buat kerja sama dengan influencer itu pengaruhnya gede banget karena zaman sekarang penggemar selalu mengikuti atau membeli sesuatu yang influencer lakuin. Tapi juga harus melihat reputasi influencernya juga” ujar Adenin. (Hairun Nisa Napitupulu/ MagangHub Kemnaker di RRI Bandarlampung)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....