Festival Krakatau 2026 Tampilkan Budaya, Kuliner, dan Kreativitas Lampung
- 13 Agt 2026 14:17 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang mempersiapkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 dengan tema Nengah Nyappur.
- Festival Krakatau akan diselenggarakan pada tanggal 25 hingga 30 Agustus 2026 di Bandar Lampung dan menjadi ruang promosi budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan kreativitas masyarakat Lampung.
- Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tony Ferdinansyah, festival ini menjadi etalase untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan kreativitas Lampung ke tingkat nasional hingga internasional.
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mematangkan persiapan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Event pariwisata tahunan tersebut mengusung tema “Nengah Nyappur” dan dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 30 Agustus 2026 di Bandar Lampung. Festival ini menjadi ruang promosi potensi budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan kreativitas masyarakat Lampung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, mengatakan Festival Krakatau tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, festival tersebut menjadi etalase untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan kreativitas Lampung ke tingkat nasional hingga internasional.
“Lampung memiliki kekayaan alam, budaya, kreativitas, dan potensi pariwisata yang sangat besar untuk terus kita angkat ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Tony.
Tema “Nengah Nyappur” dipilih untuk merepresentasikan nilai kebersamaan dan keterbukaan dalam kearifan lokal masyarakat Lampung. Tony menilai pembangunan pariwisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, seniman, budayawan, UMKM, generasi muda hingga masyarakat.
“Pariwisata tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah. Pariwisata harus dibangun bersama oleh pemerintah, pelaku usaha, komunitas, seniman, budayawan, UMKM, generasi muda, masyarakat, dan tentu saja rekan-rekan media serta insan pers,” katanya.
Festival Krakatau XXXV menghadirkan beragam agenda yang menggabungkan seni, budaya, kuliner, olahraga, dan ekonomi kreatif. Sejumlah kegiatan yang dijadwalkan antara lain Festival Kuliner Krakatau dengan lebih dari 50 tenant, Krakatau Coffee Expo, kompetisi barista, Seruit Battle, serta berbagai perlombaan seni dan budaya. Festival ini juga menghadirkan Krakatau Run dengan kapasitas 1.500 peserta dan Lampung Tapis Carnaval yang diproyeksikan melibatkan sekitar 6.000 peserta.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 25 Agustus dengan Solo Song dan Fun Battle Coffee, kemudian berlanjut dengan Modern Dance, Zumba Session, Coffee Pairing Competition, serta Workshop Coffee pada 26 Agustus. Pada 27 Agustus digelar Festival Band, final Fun Battle Coffee, dan Workshop Coffee, sedangkan 28 Agustus diisi Seruit Battle, Mengan Balak, lomba mewarnai, Fashion Show, final Coffee Pairing, serta Workshop Coffee. Puncak rangkaian berlangsung pada 29 Agustus melalui Krakatau Run, Grand Final perlombaan, dan Malam Pembukaan Festival Krakatau, kemudian ditutup Lampung Tapis Carnaval dan Malam Pesona Kemilau Krakatau pada 30 Agustus.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat dampak ekonomi Festival Krakatau. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia menyiapkan program Great Sale berupa diskon hingga 15 persen bagi wisatawan pada 20 hingga 30 Agustus 2026. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia turut menyiapkan paket perjalanan khusus untuk wisatawan yang ingin menikmati rangkaian Festival Krakatau.
Dari sisi pembiayaan, penyelenggaraan Festival Krakatau 2026 mengedepankan pola kemitraan strategis melalui pendekatan pentahelix. Tony menyebut mayoritas pembiayaan festival berasal dari dukungan sponsor.
“Pelaksanaan kegiatan Festival Krakatau 2026 ini bekerja sama dengan pihak sponsor, di mana lebih kurang 90% sampai dengan 95% itu adalah dana dari sponsor,” jelasnya.
Selain mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif, penyelenggara juga menyiapkan konsep Zero Waste Festival bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung. Pengelolaan sampah terpadu akan diterapkan di area kegiatan untuk menjaga kebersihan selama festival berlangsung. Penyelenggara juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Kepolisian Daerah Lampung, dan Dinas Kesehatan untuk mendukung aspek perizinan, keamanan, lalu lintas, serta kesiapsiagaan medis.
Melalui Festival Krakatau XXXV, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kunjungan wisata sekaligus pergerakan ekonomi masyarakat. Kehadiran UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas budaya, serta sektor hospitality diharapkan membuka peluang usaha selama penyelenggaraan festival. Ajang ini sekaligus menjadi momentum memperkuat identitas Lampung sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki daya tarik nasional dan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....