Polinela Dorong Tata Kelola Event Paralayang Lampung Selatan

  • 13 Agt 2026 14:13 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung – Tim peneliti Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara Politeknik Negeri Lampung (Polinela) meneliti pengembangan model tata kelola event paralayang di Desa Wisata Kelawi, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam rilis yang diterima pada, Rabu, 12 Agustus 2026, penelitian bertajuk "Pengembangan Model Tata Kelola Event Paralayang sebagai Daya Tarik Wisata Bahari di Desa Wisata Kelawi" ini bertujuan menyusun model tata kelola berbasis collaborative governance sebagai pedoman operasional penyelenggaraan event olahraga wisata (sport tourism) di kawasan tersebut.

Tim peneliti diketuai Helidatasa Utami, bersama Damara Saputra Siregar, dan Gita Hilmi Prakoso,serta melibatkan mahasiswa Dwiati Nur Fradilla dan Muhammad Umar Al F.

Metode penelitian diawali identifikasi kondisi eksisting melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Tim kemudian melakukan analisis faktor eksternal dengan pendekatan PESTEL, analisis strategis metode SWOT, serta analisis pemangku kepentingan untuk memetakan tantangan dan potensi pengelolaan secara menyeluruh.

Hasil penelitian menunjukkan penyelenggaraan event paralayang di Desa Wisata Kelawi telah memiliki fondasi tata kelola yang baik, mencakup struktur kepanitiaan, pembagian tugas, hingga prosedur operasional standar (SOP). Tim merekomendasikan penguatan pada aspek perencanaan melalui observasi lokasi yang komprehensif serta penyusunan kalender event tahunan.

Penyelenggaraan event ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Klub Paralayang, Pokdarwis Minang Rua, Perangkat Desa Kelawi, Dinas Pariwisata Lampung Selatan, Basarnas, Puskesmas, Karang Taruna, TNI AU, Polda, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat.

Ketua Pokdarwis Minang Rua Bahari Desa Kelawi, Saiman Alex Candra, dan Ketua Klub Paralayang, Gatot Suryono, menyatakan kesiapan sumber daya manusia lokal untuk memajukan desa, dengan menekankan pentingnya dukungan moril dan materiil dari pemerintah. Sementara Pilot Klub Paralayang, Budhi Martha Utama, menambahkan pentingnya observasi lokasi dan data prakiraan cuaca yang akurat demi keselamatan penerbangan.

Dari sektor ekonomi, event paralayang terbukti membuka peluang bagi UMKM lokal. Pelaku UMKM, Wawan Frediansyah, mengonfirmasi peningkatan penjualan saat event berlangsung, namun mencatat perlunya pelatihan do it yourself (DIY) agar warga mampu memasok produk dalam jumlah lebih banyak.

Mengenai aspek keselamatan, penyelenggara telah menerapkan SOP, identifikasi risiko, dan penyediaan tenaga medis. Peneliti mendorong penguatan lanjutan melalui pemanfaatan data cuaca yang akurat serta optimalisasi sistem mitigasi risiko.

Ketua Tim Peneliti, Helidatasa Utami, berharap model tata kelola yang mengintegrasikan perencanaan, koordinasi multipihak, manajemen risiko, serta evaluasi ini dapat menjadi rujukan pengembangan sport tourism yang aman dan berkelanjutan di Lampung. Tim juga menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Lampung, P3M Polinela, perangkat desa, serta masyarakat atas dukungan yang diberikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....