Bukan ke Mal, Ini Rekomendasi Aktivitas Akhir Pekan yang Bikin Anak Lupa 'Screen Time'
- 27 Jun 2026 20:31 WIB
- Bandar Lampung
RRI.Bandarlampung : Paparan layar gawai yang intens sepanjang hari kerja tidak hanya melelahkan mata, tetapi juga kerap mengurangi kualitas interaksi antaranggota keluarga. Sebagai solusi, tren weekend getaway atau liburan akhir pekan bertema digital detox kini mulai banyak dilirik. Liburan ini berfokus pada aktivitas fisik dan alam yang dirancang khusus untuk meminimalkan pajangan gawai (screen time).
Menjauhkan diri sejenak dari notifikasi ponsel pintar terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan mengembalikan kehangatan komunikasi di dalam rumah tangga.
Seorang psikolog keluarga menyatakan bahwa liburan terbaik bagi anak bukanlah seberapa jauh atau mahalnya destinasi tersebut, melainkan seberapa hadir orang tua secara utuh tanpa terdistraksi oleh urusan pekerjaan di layar ponsel.
Bagi Anda yang ingin mencoba menghabiskan akhir pekan ini tanpa gawai bersama keluarga, berikut adalah beberapa rekomendasi aktivitas getaway minim layar yang seru dan edukatif:
- Piknik dan Kemah Ceria di Alam Terbuka: Memilih destinasi wisata alam seperti area pegunungan, air terjun, atau pantai. Aktivitas mendirikan tenda, menyiapkan makanan bersama, dan menikmati angin segar secara alami akan membuat anak-anak lupa dengan game di ponsel mereka.
- Mengikuti Kelas Kerajinan Tangan (Pottery atau Art Class): Mengajak keluarga bereksperimen dengan tanah liat, melukis, atau membuat kerajinan tangan bersama. Aktivitas yang melibatkan motorik halus dan kreativitas ini menuntut fokus tangan dan mata secara langsung, sehingga tidak ada ruang untuk memegang gawai.
- Agrowisata dan Berkebun Bersama: Mengunjungi taman edukasi di mana anak-anak bisa belajar memetik buah langsung dari pohonnya, memberi makan hewan ternak, atau menanam bibit tanaman. Pengalaman menyentuh alam secara langsung ini memberikan stimulasi sensorik yang jauh lebih kaya dibanding sekadar menonton video di layar.
Untuk memastikan agenda liburan ini berjalan sukses, orang tua diimbau untuk membuat kesepakatan bersama sejak dari rumah. Ponsel pintar sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan darurat atau sekadar mengambil foto dokumentasi pada waktu yang telah ditentukan, bukan untuk berselancar di media sosial.
Memulai pembatasan ini memang membutuhkan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, baik orang tua maupun anak. Namun, momen kebersamaan yang tercipta secara nyata tanpa sekat layar digital akan menjadi memori berharga yang mempererat ikatan emosional keluarga di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....