Hotel di Indonesia Sering Tak Punya Lantai 4?
- 24 Des 2025 10:11 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Jika Anda menginap di hotel atau mengunjungi gedung perkantoran bertingkat, mungkin Anda pernah menyadari sesuatu yang janggal di dalam lift: tombol lantai setelah angka 3 langsung melompat ke angka 5, atau terkadang diganti dengan label "3A".
Fenomena ini bukanlah kesalahan konstruksi, melainkan praktik umum dalam industri properti yang didasari oleh perpaduan antara tradisi, psikologi konsumen, dan strategi bisnis.
1. Kepercayaan Tetrafobia
Alasan paling dominan di balik absennya lantai 4 adalah Tetrafobia, yaitu ketakutan terhadap angka empat yang sangat kuat dalam budaya Asia Timur (Tiongkok, Jepang, dan Korea). Dalam bahasa Mandarin, pelafalan angka empat (Sì) terdengar sangat mirip dengan kata "mati" (Sǐ).
Bagi pemilik hotel, mencantumkan lantai 4 dianggap bisa membawa nasib buruk atau menjauhkan tamu yang masih memegang teguh tradisi tersebut.
2. Pertimbangan Bisnis dan Okupansi
Dari sisi komersial, hotel sangat bergantung pada tingkat hunian (okupansi). Jika sebuah kamar berada di lantai yang dianggap "sial", ada kemungkinan tamu akan menolak kamar tersebut atau merasa tidak nyaman selama menginap. Untuk menghindari potensi kerugian dan komplain, manajemen memilih untuk meniadakan angka tersebut dalam sistem penomoran lantai.
3. Solusi Kreatif: Penggunaan "3A"
Sebagai solusi teknis agar jumlah lantai tetap akurat namun tetap ramah budaya, banyak pengelola gedung mengganti angka 4 dengan 3A. Hal ini memungkinkan gedung tetap memiliki jumlah lantai yang sama secara fisik tanpa harus menggunakan angka yang dianggap membawa sial.
Dikutip dari Rumah.com,Pengembang properti sering kali menghindari angka 4 karena alasan psikologis pasar. Penomoran lantai seperti 3A dilakukan agar secara administratif jumlah lantai tetap sinkron dengan izin mendirikan bangunan, namun secara visual tidak menyinggung kepercayaan tetrafobia yang masih cukup kental di masyarakat.
Meskipun terlihat seperti takhayul, penghapusan lantai 4 adalah bukti bagaimana dunia bisnis modern tetap beradaptasi dengan nilai-nilai budaya demi kenyamanan pelanggan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....