Upaya Terpadu Bangkitkan Pariwisata Teluk Kiluan

  • 20 Nov 2025 15:20 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Teluk Kiluan yang pernah menjadi primadona pariwisata Lampung kini mengalami penurunan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan kondisi ini telah berlangsung sejak pandemi COVID-19 dan hingga kini kawasan tersebut belum mampu kembali seperti masa kejayaannya pada 2016 hingga 2019.

“Memang sejak COVID-19, Teluk Kiluan terlihat belum bangkit, belum reborn seperti sebelum pandemi,” ujar Bobby, kepada RRI.co.id.

Ia menjelaskan menurunnya kunjungan salah satunya dipicu oleh persoalan akses jalan menuju kawasan wisata. Sebelum pandemi, beberapa ruas jalan telah diperbaiki melalui pengerasan beton, namun setelah pandemi perhatian terhadap infrastruktur tersebut sempat berkurang. Menurutnya, saat ini pemerintah provinsi mulai melakukan perbaikan kembali, terutama setelah Gubernur Lampung, Mirza, menekankan pembangunan infrastruktur menuju destinasi wisata.

Selain masalah akses, Bobby juga menyoroti melemahnya pengelolaan wisata di Teluk Kiluan. Ia menyebut banyak homestay yang terbengkalai dan fasilitas yang tidak lagi berfungsi optimal akibat dampak ekonomi pandemi.

“Memang perlu sinergi dan kerja keras dari semua pihak, baik pemerintah, kelompok sadar wisata, maupun pelaku pariwisata di Teluk Kiluan untuk kembali membangkitkan kunjungan,” kata Bobby, menambahkan.

Persoalan jalan rusak juga ditemukan di dua destinasi lain di Tanggamus, yaitu Pantai Gigi Hiu dan Pantai Napal. Warga menilai perbaikan selama ini hanya sebatas tambal sulam dan belum menyentuh persoalan drainase. Menanggapi hal tersebut, Bobby mengatakan pihaknya telah mengusulkan perbaikan akses destinasi wisata sejak Gubernur Mirza dilantik.

“Setahu saya ada pengarahan terkait perbaikan, tapi data pastinya nanti kita tanyakan lagi ke dinas PU,” ujarnya, menanggapi.

Di sisi lain, Bobby mengungkapkan telah terjadi perpindahan magnet wisata di Provinsi Lampung. Kunjungan wisatawan kini banyak bergeser ke Lampung Selatan, yang menempati posisi kedua setelah Bandar Lampung dalam jumlah wisatawan nusantara. Ia menilai kemunculan destinasi baru dengan pengelolaan yang baik menjadi faktor penarik wisatawan.

“Sekarang banyak destinasi dengan konsep bagus, kebersihan terjaga, dan tiket cukup dibayar di pintu masuk. Tidak lagi setiap fasilitas harus bayar lagi,” katanya.

Bobby juga menyoroti persoalan pungutan berlebihan di beberapa destinasi, termasuk Pantai Gigi Hiu yang sempat viral karena pengunjung diminta membayar mahal hanya untuk berfoto. Ia menegaskan praktik seperti itu tidak sesuai dengan aturan ruang publik.

“Pantai itu public space. Kenapa orang mau foto saja dikenakan biaya besar? Ini PR yang harus kita selesaikan bersama,” katanya,menambahkan.

Ia berharap perbaikan infrastruktur, tata kelola, dan edukasi kepada pengelola dapat mendorong bangkitnya kembali Teluk Kiluan serta destinasi lain di Tanggamus.

“Kita ingin destinasi di Lampung bisa kembali bersaing dan menjadi pilihan wisatawan,” ujarnya, mengakhiri.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....