Festival Krakatau 2025 Jadi Cermin Jiwa Lampung
- 05 Jul 2025 20:28 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Dentuman musik, warna-warni kostum budaya, dan topeng-topeng khas Lampung menyemarakkan langit pagi di Lapangan Korpri, Sabtu (5/7/2025). Ribuan pasang mata menyaksikan secara langsung pembukaan Festival Krakatau (K-Fest) ke-34, sebuah perayaan budaya yang tak sekadar meriah, tetapi menghangatkan hati.
Festival tahun ini mengangkat tema “Nemui Nyimah”, filosofi hidup masyarakat Lampung yang berarti ramah, terbuka, dan bersahaja. Sebuah nilai yang, menurut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, bukan hanya etika sosial, tapi juga kekuatan pariwisata.
“Festival ini adalah cermin jati diri masyarakat Lampung. Kita menyambut siapa pun, dengan tangan terbuka dan kebanggaan atas budaya kita sendiri,” ujarnya penuh semangat.
Panggung budaya dibuka dengan Mask Street Carnival yang memamerkan topeng-topeng adat seperti sekura, tuping, dan prosesi nyubuk manjau. Setiap gerakan penari dan detil kostum seolah bercerita tentang masa lalu, tentang filosofi hidup, dan tentang masa depan yang terus bersandar pada akar tradisi.
Lebih dari sekadar tontonan, K-Fest adalah wujud nyata kebangkitan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Kepala Dinas Parekraf Bobby Irawan mengatakan, festival ini menjadi rumah bagi lebih dari 60 UMKM dalam Festival Kuliner, serta media ekspresi generasi muda lewat lomba-lomba dan panggung seni.
Tak hanya lokal, Festival Krakatau juga mencuri perhatian pusat. Nova Arisne dari Kemenparekraf RI menegaskan bahwa Krakatau Festival adalah contoh konsistensi dan inovasi daerah dalam menciptakan event berkelas nasional.
“Di tengah ketatnya persaingan antar destinasi, Krakatau Festival tampil sebagai wajah ramah dan kuatnya karakter budaya Lampung,” katanya.
Wagub Jihan juga menyebut keunggulan infrastruktur Lampung, seperti Bandara Radin Inten II, Pelabuhan Bakauheni, hingga proyek Bakauheni Harbour City sebagai modal besar Lampung untuk menjadi destinasi unggulan Indonesia bagian barat.
Namun, lebih dari semua itu, katanya, yang paling penting adalah membangun karakter dan kebanggaan sebagai orang Lampung.
“Festival ini bukan hanya panggung budaya, tapi ruang untuk merajut mimpi bersama, mimpi tentang Lampung yang kuat, terbuka, dan berkelas dunia,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....