Festival Krakatau 2025 Resmi Dibuka

  • 05 Jul 2025 20:23 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Festival Krakatau (K-Fest) ke-34 secara resmi dibuka pada Sabtu (5/7) di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung. Acara ini dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, bersama pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia serta jajaran Pemprov Lampung.

Festival yang mengusung tema “Nemui Nyimah” ini menjadi simbol keramahan dan keterbukaan masyarakat Lampung, serta menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata daerah secara nasional dan internasional.

Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyatakan bahwa K-Fest bukan sekadar perayaan budaya tahunan, tetapi refleksi dari identitas dan semangat masyarakat Lampung yang menghargai tradisi, keberagaman, dan keterbukaan terhadap perubahan.

“Ini adalah bukti bahwa Lampung mampu bersaing di tengah gempuran event budaya dari berbagai daerah. Festival ini bertahan, berkembang, dan memberi dampak sosial, budaya, serta ekonomi,” ungkapnya.

Acara pembukaan turut dimeriahkan oleh Mask Street Carnival, sebuah parade budaya yang menampilkan topeng tradisional seperti sekura, tuping, dan prosesi nyubuk manjau. Parade ini menjadi magnet utama yang memukau pengunjung dan menampilkan kekayaan tradisi dari seluruh kabupaten/kota di Lampung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menyampaikan bahwa Krakatau Festival masuk dalam 110 event unggulan nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, menunjukkan kualitas dan konsistensi event ini sebagai wajah promosi pariwisata Lampung.

Festival ini juga mencakup beragam kegiatan seperti Festival Kuliner UMKM, Pameran Parekraf, Lomba Sambal Uleg, hingga hiburan musik. Tak ketinggalan, Krakatau Run hadir sebagai bagian dari sport tourism yang dibundling dengan paket wisata.

Sekretaris Deputi Kemenparekraf, Nova Arisne, menyebut Krakatau Festival sebagai contoh nyata bagaimana event daerah dapat menjadi instrumen strategis dalam mendongkrak persepsi positif destinasi.

“K-Fest tidak hanya milik Lampung, tapi bagian penting dari pembangunan pariwisata nasional menuju target besar 2025,” pungkas Nova.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....