Budaya Patriarki Jadi Tantangan Kesetaraan Gender di Kampus
- 08 Sep 2026 10:44 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Budaya patriarki masih menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang responsif gender. Dosen Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Lampung, Khairunnisa Simbolon, S.IP., M.A., menilai perubahan aturan saja belum cukup apabila tidak diikuti perubahan perspektif dan budaya dalam kehidupan kampus.
"Secara formal perguruan tinggi telah memiliki berbagai perangkat untuk mendukung kesetaraan gender, termasuk satuan tugas dan lembaga yang berkaitan dengan isu tersebut. Namun, keberadaan aturan dan kelembagaan belum otomatis mengubah pola pikir masyarakat kampus." kata Khairunnisa.
Ia mencontohkan masih adanya pertanyaan yang lebih sering diarahkan kepada perempuan, seperti siapa yang menjaga anak ketika seorang dosen perempuan bekerja. Pertanyaan semacam itu, menurutnya, menunjukkan bahwa peran domestik masih lebih banyak dilekatkan kepada perempuan dibandingkan laki-laki.
"Hambatan berbasis gender juga dapat muncul ketika perempuan ingin menduduki posisi kepemimpinan. Pelabelan bahwa perempuan dianggap sulit menjadi pemimpin masih dapat ditemukan, baik dalam lingkungan kerja maupun organisasi mahasiswa." ujar Khairunnisa.
Selain persoalan kepemimpinan, fleksibilitas waktu juga menjadi tantangan bagi perempuan yang memiliki tanggung jawab keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan kampus perlu mempertimbangkan kebutuhan yang berbeda berdasarkan kondisi dan pengalaman warga kampus.
Khairunnisa berharap pengarusutamaan gender tidak hanya menjadi persyaratan administratif atau kebutuhan akreditasi. Menurutnya, perspektif gender perlu menjadi budaya yang melekat dalam keseharian kampus sehingga kesetaraan dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh warga perguruan tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....