Pengendalian Stunting Di Pesawaran

  • 30 Okt 2024 04:50 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN Bandarlampung : Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik anak terhambat, biasanya disebabkan oleh kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak kehamilan hingga usia dua tahun. Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan standar untuk usia dan jenis kelamin mereka. Kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan fisik, kognitif, dan kesehatan jangka panjang anak.

Banyak cara saat ini telah dilakukan oleh Pemerintah guna memerangi Stunting, diantaranya adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran yang juga berperan aktif mengurangi angka stunting.

“Tren penurunan stunting terjadi di Pesawaran beberapa tahun 2017 skitar 35,7%, tahun 2018 27,49% tahun 2019 turun 26,8%, tahun 2021 menurut survei ssgi turun 17,6% namun di tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 25,1 %”. Ujar dr. mediana apriliana M.KN Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran

Ia juga mengatakan bahwa Tim Percepapatan Penurunan Stunting berupaya menurunkan angka stunting di Pesawaran berdasarkan Survey Kesehaatan Indonesia pada Tahun 2023 Kembali Turun menjadi 10 %.

Menurutnya kenaikan kasus di tahun 2022 penilaian survey saat itu ada dua indicator sensitifitas, dan spesifisitas. Untuk indicator Spesifisitas merupakan tugas dinas Kesehatan untuk melakukan intervensi dan memberikan sosialisasi kepada Ibu hamil dan perawatan balita. Kemudian Indikator Sensifitas salah satu ny adalah sumber air bersih yang ternyata belum dapat di nikmati oleh seluruh masyarakat pesawaran dikarenakan letak tofografinya yang berbukitan yang kesulitan mendapatkan air bersih kemudian pasca covid 19 beberapa posyandu yang tidak beroprasi dan Ketika sudah Kembali beroprasi namun masyarakat sudah mulai terbiasa untuk tidak mendatangi posyandu untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan.

dr. Mediana Apliana M.KN juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dan jika masyarakat menemukan anak yang diduga mengalami stunting dapat segera melaporkan kepada kader posyandu yang ada, atau melalui bidan desa dan dapat langsung datang ke Puskesmas agar dapat dilakukan perawatan lebih lanjut.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....