Mediasi PSSI Akhiri Kericuhan Piala Soeratin Mesuji

  • 20 Agt 2026 08:56 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Mesuji — Kericuhan yang sempat mewarnai laga perempat final Piala Soeratin U-17 Gubernur Lampung antara Persilu Lampung Utara dan Persikomet Kota Metro, Selasa, 18 Agustus 2026, berakhir damai.

Mediasi digelar di Sekretariat PSSI Mesuji, Rabu, 19 Agustus 2026, dengan mempertemukan manajemen kedua tim, Asprov PSSI Lampung, Panitia Pelaksana, operator pertandingan, serta PSSI Kabupaten Mesuji.

Ketua PSSI Kabupaten Mesuji, Budi Yuhanda mengatakan, insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak, terutama dalam menjaga sportivitas dan kondusivitas kompetisi sepak bola usia muda.

"Kami selaku tuan rumah tentu mengharapkan kompetisi di Mesuji berjalan kondusif. Ini akan menjadi evaluasi menyeluruh, baik terhadap kepemimpinan wasit maupun kedisiplinan tim," ujar Budi, melalui WhatsApp.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi sehingga pembinaan sepak bola usia muda di Lampung dapat berjalan sesuai jalur yang diharapkan.

Sementara itu, Kapolsek Simpang Pematang Kompol Eri Hafri menegaskan kepolisian akan terus mengawal seluruh rangkaian pertandingan hingga partai final.

"Keamanan dan keselamatan warga serta para atlet menjadi prioritas utama. Kami bersyukur mediasi menghasilkan kesepakatan damai," kata Eri.

Proses mediasi

Pihak Persilu Lampung Utara dalam mediasi menerima hasil pertandingan yang telah ditetapkan panitia. Namun, manajemen menegaskan kericuhan bukan dipicu perselisihan antarpemain maupun official kedua tim.

Menurut pihak Persilu, kekecewaan muncul akibat sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Salah satunya ketika bola hasil tendangan pemain Persilu membentur mistar dan disebut telah melewati garis gawang, namun tidak disahkan sebagai gol.

Kekecewaan kembali memuncak dalam adu penalti setelah tendangan pemain Persikomet yang sempat dinyatakan tidak gol oleh hakim garis kemudian disahkan oleh wasit utama.

"Jerih payah kami dan latihan keras anak-anak seolah hancur akibat keputusan wasit yang kami nilai tidak adil," kata perwakilan official Persilu.

Aksi pengejaran terhadap wasit sempat terjadi, namun berhasil diredam petugas keamanan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Melalui mediasi, seluruh pihak sepakat menerima hasil pertandingan dan menjaga situasi tetap kondusif. Pengamanan juga akan diperketat hingga partai final Piala Soeratin U-17 Gubernur Lampung yang dijadwalkan berlangsung 22 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....