Ranieri: Italia Harus Jatuh Cinta Lagi dengan Sepak Bola

  • 30 Jul 2026 12:43 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Claudio Ranieri resmi diangkat menjadi Direktur Teknik Club Italia yang menaungi semua jenjang tim nasional dan akademi sepak bola Italia.
  • Roberto Mancini kembali menjabat sebagai pelatih kepala (CT) Tim Nasional Italia setelah absen selama tiga tahun.
  • Ranieri menyatakan bahwa pengangkatannya adalah puncak dari seluruh karier yang telah dia jalani di dunia sepak bola.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Claudio Ranieri resmi ditunjuk sebagai Direktur Teknik Club Italia, lembaga yang menaungi seluruh jenjang tim nasional Italia beserta akademi sepak bola di seluruh negeri. Ia tampil dalam konferensi pers bersama pelatih kepala Roberto Mancini, yang juga kembali menjabat sebagai CT Gli Azzurri setelah tiga tahun absen.

"Ini adalah mahkota dari seluruh karier saya. Saya tidak percaya saat melihat panggilan dari Giovanni Malagò masuk. Saya sedang di pantai waktu itu," ujar Ranieri, sambil berkelakar soal warna kulitnya yang tampak terbakar matahari.

Ranieri menegaskan ada dua prioritas utama yang ingin ia wujudkan. Pertama, membuat masyarakat Italia kembali mencintai sepak bola. Kedua, memastikan generasi muda Italia bisa menyaksikan Gli Azzurri berlaga di Piala Dunia — sesuatu yang belum pernah dialami cucunya yang kini berusia 12 tahun.

Akademi Mahal, Bakat Mengering

Ranieri mengidentifikasi sejumlah masalah mendasar yang menyebabkan kekeringan bakat di Italia. Salah satunya adalah biaya akademi yang terlalu tinggi sehingga banyak keluarga tidak mampu mendaftarkan anak mereka.

"Saya pernah di Cagliari dan seseorang bercerita bahwa anak-anak harus mengeluarkan terlalu banyak uang untuk bisa bersekolah sepak bola. Itu tidak boleh terjadi," tegasnya.

Ia juga menyoroti pergeseran filosofi melatih di akademi-akademi Italia. Menurutnya, anak-anak kini hanya diajarkan dua sentuhan dan umpan cepat, tanpa pernah diajarkan cara menggiring bola.

"Dulu anak-anak bermain di jalanan dan alun-alun, di sanalah mereka belajar menggiring dan menikmati permainan. Sekarang semua itu hilang."

Italia Jago Taktik, Lemah Teknik Individu

Ranieri mengakui Italia memang unggul dalam taktik tim, terbukti dari berbagai trofi di level junior. Namun, ia menyebut hal itu justru menjadi bumerang karena pembinaan teknik individu terabaikan.

"Kami bagus dalam taktik tim, tapi bangsa lain mengajarkan teknik individu kepada pemain mereka. Di akademi, kita harus mengajarkan cara mengontrol bola, bergerak, melakukan umpan silang, dan menembak. Kita tidak bisa langsung melempar anak ke dalam pertandingan tanpa dasar teknik, seperti halnya tenis — tidak ada yang langsung bertanding tanpa diajarkan cara memukul bola dulu."

Ia juga merespons kekhawatiran publik bahwa pengangkatannya menggantikan Paolo Maldini — yang sebelumnya menjabat kurang dari tiga minggu — akan menghambat modernisasi pembinaan sepak bola Italia.

"Ketika Maldini berbicara soal rencana 10 tahun, saya rasa yang ia maksud adalah bekerja bersama mereka yang kini berusia 10 hingga 14 tahun. Merekalah yang butuh bantuan untuk menjadi pemain hebat."

Pensiun? Kata Siapa?

Ini bukan pertama kalinya Ranieri mengumumkan pensiun lalu kembali aktif. Musim lalu ia sempat menjabat sebagai penasihat khusus AS Roma sebelum dipecat pada April akibat konflik dengan pelatih Gian Piero Gasperini.

Ditanya soal apa yang dipikirkan sang istri atas jabatan barunya ini, Ranieri menjawab ringan: "Setidaknya kali ini saya tidak akan memintanya pindah rumah, jadi ia pasti senang!"

Ranieri sendiri sempat ditawari posisi pelatih kepala Azzurri tahun lalu, namun menolak karena masih terikat kontrak dengan Roma. "Saya tidak pernah menyesali keputusan yang saya ambil dengan hati. Saya mencintai Roma dan tidak bisa mengkhianati ikatan itu — meski saya menolaknya dengan berat hati."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....