UEFA dan PM Inggris Kecam Rencana Jual Piala Dunia

  • 29 Jul 2026 10:18 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Presiden FIFA Gianni Infantino menerima penolakan keras dari UEFA dan Perdana Menteri Manchester Andy Burnham atas rencana investasi swasta di Piala Dunia.
  • FIFA berencana membentuk anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan menerima investasi minoritas dari pihak ketiga untuk operasi komersial dan penyelenggaraan turnamen.
  • FIFA menjanjikan dana pengembangan sepak bola lebih dari 10 miliar dolar AS, termasuk dana 20 juta dolar AS untuk setiap asosiasi anggota.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membuka investasi swasta di Piala Dunia menuai kecaman keras dari UEFA dan Perdana Menteri Manchester Andy Burnham. Keduanya sepakat: Piala Dunia bukan produk dagangan.

FIFA mengumumkan rencana pembentukan anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), yang akan menerima investasi minoritas dari pihak ketiga untuk mengkonsolidasikan operasi komersial dan penyelenggaraan turnamen. FIFA juga berjanji mengucurkan dana pengembangan sepak bola lebih dari 10 miliar dolar AS, termasuk dana senilai 20 juta dolar AS bagi setiap asosiasi anggota.

Calon pemimpin kelompok investor FFE adalah Thrive Eternal, perusahaan modal ventura Amerika yang didirikan Joshua Kushner — adik dari Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump.

UEFA Sebut Ini "Lampaui Batas"

Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan rencana ini telah melampaui batas yang tidak boleh dilewati oleh lembaga pengelola sepak bola dunia.

"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukan aset yang bisa diperdagangkan — apalagi tanpa transparansi soal siapa yang diuntungkan secara finansial. Sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual," tegas UEFA.

PM Burnham: Sepak Bola Milik Rakyat

Andy Burnham bereaksi keras melalui media sosial X. Ia menyebut langkah FIFA sebagai bentuk pengkhianatan terhadap semangat sepak bola.

"Piala Dunia bukan produk. Ini kompetisi terbesar di dunia olahraga, dan tidak ada seorang pun yang berhak menjualnya. Sepak bola milik para penggemar. Selalu begitu, dan akan selalu begitu," tulisnya.

Apa Dampaknya bagi Sepak Bola Dunia?

Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menilai rencana ini berpotensi mendorong ekspansi Piala Dunia menjadi 64 tim dan digelar setiap dua tahun demi memenuhi tuntutan pemegang saham. Sejumlah kalangan juga khawatir turnamen bisa bergeser ke bulan-bulan musim dingin, yang semakin menekan jadwal kompetisi domestik dan Eropa.

Rencana ini masih harus mendapat persetujuan dari 211 asosiasi anggota FIFA. Pemungutan suara kemungkinan berlangsung pada Kongres FIFA di Maroko, Maret mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....