PSSI Angkat Kisah Pelatih Perempuan, Lampung Masuk Sorotan

  • 05 Apr 2026 06:29 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mendorong peningkatan jumlah pelatih sepak bola perempuan di Indonesia melalui program bertajuk FIFA Women’s Football Coaches – Success Story. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam dunia kepelatihan yang saat ini masih tergolong minim.

Project Lead Indonesia Female Coaches Success Story Documentary, Ramadhana Wulandiani, menjelaskan PSSI melalui Komite Sepak Bola Wanita Indonesia telah mengamankan dukungan pendanaan dari FIFA dan GIZ untuk pengembangan pelatih perempuan.

“Tahun lalu kami mengeksekusi pelatihan lisensi D khusus perempuan dan berhasil melahirkan 73 pelatih baru. Dari jumlah itu, kami lakukan monitoring untuk melihat siapa yang bisa naik ke lisensi C dan siapa yang memiliki kisah sukses untuk diangkat,” ujar Ramadhana, Minggu 5 April 2026.

Ia menyebutkan, jumlah pelatih perempuan di Indonesia saat ini masih di bawah 3 persen dari total pelatih yang ada. Kondisi tersebut menjadi alasan utama PSSI mendorong program khusus perempuan agar terjadi peningkatan signifikan.

“Ini masih sangat kecil. Karena itu kami ingin membuat jalur khusus bagi pelatih perempuan agar lebih banyak yang berkembang,” ucapnya.

Salah satu sosok yang dipilih dalam program dokumenter ini adalah Siti Novita Sari, pelatih kiper asal Lampung. Keunikan perannya sebagai pelatih penjaga gawang perempuan menjadi alasan kuat untuk diangkat sebagai bagian dari success story.

Sementara itu, Dokumenter ini akan menjadi laporan resmi kepada FIFA sekaligus bahan publikasi untuk menginspirasi pelatih perempuan lain di Indonesia, terutama dalam momentum peringatan Hari Kartini.

Ke depan, PSSI menargetkan pelaksanaan pelatihan lisensi C khusus perempuan dalam waktu dekat dengan jumlah peserta sekitar 40 hingga 50 orang dari seluruh Indonesia. Seleksi akan dilakukan secara ketat berdasarkan kualitas, bukan sekadar perwakilan daerah.

“Untuk lisensi C ini sudah lebih serius. Kita tidak lagi berbasis kuota daerah, tapi benar-benar mencari yang terbaik untuk dipersiapkan naik ke lisensi B di tahun berikutnya,” katanya.

Dirinya berharap, PSSI dapat membangun ekosistem kepelatihan yang lebih inklusif serta membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk berkarier di dunia sepak bola nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....