Khephren Thuram Ungkap Sisi Netral Ayahnya
- 11 Feb 2026 08:24 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Khephren Thuram mengungkapkan perasaannya menghadapi kakaknya, Marcus, dan mengapa ia yakin ayah mereka, Lilian Thuram, akan sedikit lebih mendukung Juventus saat berlaga melawan Inter. "Seluruh keluarga kami akan ada di tribun," ujarnya.
Laga Derbi Italia yang panas akan berlangsung di San Siro, Minggu (15/2/2026) pukul 02.45 WIB. Penggemar Liga Italia berharap melihat pengulangan thriller spektakuler sebelumnya, di mana Juventus menang 4-3 di masa injury time dengan kedua saudara Thuram mencetak gol.
"Besar bersama kakak yang juga pemain bola, wajar jika kami selalu ingin berada di tim yang sama," kata Khephren kepada Sky Sport Italia.
"Dulu di sekolah, kami selalu saling memilih duluan untuk masuk ke tim masing-masing. Tapi sekarang kami adalah profesional, kami bermain untuk klub besar Italia, dan itu juga hal yang baik. Saya berharap bisa banyak bermain bersama dia untuk Timnas Prancis."
Menurutnya, laga nanti akan menjadi pertandingan hebat antara dua tim besar yang sedang dalam performa baik dan tangguh secara taktik. "Ini akan sulit bagi kedua belah pihak," tambahnya.
Soal komunikasi sebelum laga, Khephren menyebut mereka berbicara setiap hari, tetapi tidak pernah membahas pertandingan. "Kami membicarakan hal-hal yang lebih penting dari sepakbola. Tapi seluruh keluarga akan hadir menyaksikan kali ini."
Dalam situasi ini, ayah mereka, mantan bek Juventus dan Parma, Lilian Thuram, pastinya akan merasakan konflik batin. Namun, Khephren memiliki firasat mengapa Bianconeri mungkin mendapat senyuman lebih dari sang ayah.
"Dia akan netral, tapi saya adalah anak bungsu, jadi mungkin perhatiannya akan sedikit lebih condong ke saya," ucapnya dengan senyum.
Juventus memang menunjukkan peningkatan performa sejak Luciano Spalletti menggantikan Igor Tudor. Khephren membeberkan perbedaan gaya pelatih barunya itu.
"Dia meminta saya untuk terus bergerak, mengantisipasi permainan, tetapi yang terpenting adalah bermain dengan kualitas saya dan menyadari bahwa saya kuat," jelas Khephren.
"Spalletti adalah salah satu pelatih yang paling berusaha membuat saya memahami kekuatan diri sendiri. Saya menikmati bekerja dengannya. Dia juga memberi saya tips untuk memperbaiki permainan, tapi detailnya akan saya simpan untuk diri sendiri. Dia sangat menuntut, meminta banyak hal dari tim, dan kami berusaha memenuhinya."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....