Asprov PSSI Lampung Minta Bhayangkara Evaluasi Taktik Munster

  • 25 Jan 2026 10:40 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Lampung menyoroti performa Bhayangkara Presisi Lampung FC sepanjang paruh pertama kompetisi Super League Indonesia 2025/2026. Sorotan utama diarahkan pada pola permainan tim yang dinilai masih minim variasi.

Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara, menilai strategi yang diterapkan pelatih kepala Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, belum menunjukkan perkembangan signifikan. Menurutnya, gaya bermain tim cenderung monoton sehingga mudah diantisipasi lawan.

"Permainan Bhayangkara sejauh ini terlihat monoton. Pola serangan yang ditampilkan itu-itu saja dan tidak memberikan kejutan bagi lawan,” ujar Yoga, di Stadion Pahoman Bandar Lampung, Minggu, 25 Januari 2026.

Selain pola permainan, Yoga juga menyoroti produktivitas gol tim berjuluk The Guardians of Saburai yang dinilai masih rendah dan terlalu bergantung pada situasi bola mati. Ia menyebut, sebagian besar gol Bhayangkara justru lahir dari skema set piece, bukan dari alur permainan terbuka.

"Ketergantungan pada bola mati menunjukkan kreativitas serangan dari skema permainan terbuka masih sangat terbatas,” katanya.

Sementara itu, Asprov PSSI Lampung turut menilai keputusan pergantian pemain yang dilakukan pelatih kerap tidak tepat waktu dan kurang memberikan dampak signifikan terhadap perubahan permainan tim. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi hasil Bhayangkara Presisi Lampung FC di sejumlah laga penting.

Yoga mencontohkan laga Bhayangkara melawan Persita Tangerang yang berakhir imbang 1-1 pada pekan ke-18. Dalam pertandingan tersebut, seharusnya bisa dimanfaatkan justru terlewat akibat pergantian pemain yang kurang efektif.

“Pergantian pemain sering dilakukan terlambat atau tidak sesuai kebutuhan pertandingan, sehingga peluang untuk mengubah jalannya laga menjadi hilang,” ujarnya.

Dirinya berharap, manajemen dan tim pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC dapat melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut dinilai penting agar tim mampu tampil lebih atraktif, efektif, dan kompetitif di sisa musim.

"Paruh kompetisi merupakan momentum yang tepat untuk evaluasi total, baik dari sisi strategi, pemilihan pemain, maupun pendekatan taktik,” ucap Yoga.

Ia juga menyinggung kekalahan Bhayangkara Presisi Lampung FC dari PSBS Biak dengan skor 4-1 pada laga penutup putaran pertama. Menurutnya, pada pertandingan tersebut tim terlihat kesulitan menemukan solusi permainan, terutama setelah kebobolan empat gol di babak pertama.

“Waktu melawan PSBS Biak, tim kesulitan mengembangkan permainan dan tidak terlihat solusi dari sisi taktik,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....