Budaya Sadar Bencana Harus Jadi Gaya Hidup Masyarakat

  • 22 Agt 2024 12:42 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung: Dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin nyata, penting bagi masyarakat membudayakan sadar bencana sebagai gaya hidup sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, dalam Dialog Interaktif Pro RRI Bandar lampung, Kamis (22/8/2024).

Menurut Wahyu, budaya sadar bencana harus dipandang bukan sekadar sebagai tindakan darurat, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup yang harus dipraktikkan sehari-hari.

“Kesiapsiagaan bencana harus menjadi lifestyle. Artinya, kita perlu memetakan daerah tempat tinggal, memahami potensi bencana yang mungkin terjadi, serta mengetahui jalur evakuasi yang tepat jika bencana melanda,” kata Wahyu.

Wahyu juga menekankan pentingnya akses terhadap informasi yang valid dan terpercaya.

“Masyarakat harus bijak melacak informasi tentang bencana. Sumber yang dapat diandalkan seperti website BMKG, PVMBG, BNPB, BPBD, dan RRI harus menjadi rujukan utama. Dengan meningkatkan literasi bencana, masyarakat dapat menghindari panik dan mengambil langkah-langkah yang tepat saat bencana terjadi," ujarnya.

Wahyu berharap kesiapsiagaan bencana bisa diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah, khususnya di daerah rawan bencana.

“Di Lampung Barat, misalnya, di mana ancaman bencana sangat tinggi, harus ada muatan lokal yang membahas kesiapsiagaan bencana. Ini akan memberikan pengetahuan dasar kepada siswa tentang cara menghadapi bencana, yang sangat penting untuk keselamatan mereka dan keluarga mereka,” ucap Wahyu.

Dalam upaya meningkatkan literasi bencana, Wahyu juga menyarankan agar lembaga penyiaran publik seperti RRI, lebih aktif menyebarluaskan informasi yang benar dan bermanfaat.

“RRI dan lembaga penyiaran publik memiliki peran krusial dalam meningkatkan literasi masyarakat. Informasi yang benar dan tepat waktu dapat membantu mengurangi patologi sosial dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana,” kata Wahyu lagi.

Wahyu menyebut langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam meningkatkan literasi bencana akan sangat membantu dalam meminimalisir dampak bencana, serta melindungi keselamatan masyarakat.

Dengan komitmen dan tindakan yang tepat, Wahyu meyakini masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....