Semarak Kemerdekaan di Bagelen, Desa Transmigran di Lampung

  • 18 Agt 2024 18:06 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Pesawaran: Ratusan warga Dusun I dan Dusun IV, Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, ikut memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Ratusan warga Desa Bagelen yang merupakan desa transmigrasi pertama di Indonesia asal Purworejo, Jawa Tengah ini, mengikuti berbagai perlombaan yang dipusatkan di Lapangan Suhada desa setempat.

Yudi Pambudi, warga sekitar mengatakan, nuansa HUT ke-79 kemerdekaan RI tahun ini yakni kebersamaan di tengah transisi kepemimpinan nasional.

"Nuansa kemerdekaan tahun ini sepertinya kebersamaan ya. Apalagi sekarang masa transisi pemerintahan dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo," kata Yudi, Minggu (18/8/2024).

Pria ini mengaku, suasana HUT ke-79 Kemerdekaan RI cukup meriah, lantaran digelar berbagai macam perlombaan.

"Setiap tahun suasana HUT kemerdekaan meriah. Ini di desa juga banyak lomba-lomba, mas," ujarnya.

Senada dengan Edy Prayitno. Pria ini juga mengaku HUT ke-79 kemerdekaan RI tahun ini memiliki makna yang sangat berarti.

“Maknanya sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya seluruh warga mengapresiasi perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, warga juga harus terlibat dalam pembangunan khususnya di daerah.

"Agar negara kita dapat lebih maju, berkembang dan bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya," ucap Edy.

Pada HUT ke-79 kemerdekaan RI tahun ini, warga Dusun I dan Dusun IV, Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menggelar berbagai perlombaan mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa.

Selain untuk memeriahkan HUT Ke-79 RI, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya menumbuhkan kecintaan kepada bangsa dan negara.

Dalam HUT Ke-79 RI, sejumlah perlombaan digelar, seperti makan kerupuk, paku dalam botol, sendok kelereng, hingga karnaval dan sepeda hias.

Bagelen merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang terbentuk karena peristiwa transmigrasi di Hindia Belanda yang memindahkan penduduk dari Purworejo, Jawa Tengah.

Warga tiba di daerah ini pada tahun 1900-an. Desa ini merupakan desa transmigrasi pertama di Indonesia yang dibentuk pada 1905.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....