Demi Kelancaran Lalu Lintas, Tugu Pena di Kota Metro Direnovasi

  • 08 Okt 2023 11:24 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Bank Lampung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Metro merenovasi Tugu Pena yang ada di pusat kota. Renovasi ini dilakukan dengan menggunakan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) Bank Lampung.

Renovasi Tugu Pena dilakukan setelah melalui pembahasan panjang antara stakeholder dan forkopimda. Renovasi dinilai sangat penting dilakukan karena mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas lintas pengendara.

Diketahui, lebar jalan bundaran di lokasi Tugu Pena sudah mengalami perluasan, sehingga ukuran Tugu Pena sudah tidak ideal untuk memperlancar arus lalu lintas. Selain itu lokasi Tugu Pena yang sudah tidak center/asimetris atau tidak berada di tengah tentunya harus diubah.

Kadis Perhubungan Kota Metro, Helmy Zain, mengatakan, Bundaran Tugu Pena kondisi eksisting saat ini memiliki diameter lima meter, yang posisinya kurang simetris sehingga perlu dilakukan penataan dan redesain ulang.

"Karena itu dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas serta lahan yang tersedia maka disepakati diameter bundaran dilebarkan menjadi lima belas meter. Secara teknis makin besar diameter bundaran maka semakin tinggi tingkat keselamatan dan kelancaran lalu lintas," kata Helmy Zain.

Menurut Helmy, pada tahun 2022 juga sudah dilakukan kajian teknis simpang atau Bundaran Tugu Pena, dengan menghitung tundaan dan antrean pada simpang Tugu Pena.

Kajian sebelumnya, lanjut Helmy, karena tidak optimalnya kinerja simpang Tugu Pena, akibat diameter bundaran Tugu Pena hanya lima meter mengakibatkan seringnya macet pada saat kendaraan bermanuver di area Bundaran Tugu Pena.

"Akibat kecilnya diameter bundaran maka rekayasa yang dilakukan selama ini adalah dengan menutup salah satu kaki simpang untuk mengurangi kemacetan, sehingga Bundaran Tugu Pena menjadi tidak optimal. Akibatnya volume di jalan Diponegoro menjadi meningkat, karena jalan ini dan jalan Imam Bonjol untuk keluar masuk menuju Kabupaten Lampung Tengah dan sekitarnya," ujarnya.

Helmy memastikan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan terkait rencana renovasi tersebut.

"Karena lokasi Bundaran Tugu Pena berada di jalan nasional, maka untuk pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas harus mendapat persetujuan Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat," ucapnya.

Untuk mendapatkan rekomendasi tersebut, sambung Helmy, sudah dilakukan beberapa tahapan termasuk rapat teknis bersama unsur-unsur terkait seperti Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian PUPR, BPTD Kelas II Provinsi Lampung, Ditlantas Polda Lampung, Dishub Provinsi Lampung, Polres Metro, Dinas PUPR Metro dan Dishub Kota Metro.

"Hingga pada akhirnya diterbitkan rekomendasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) bundaran Tugu Pena oleh Dirjen Perhubungan Darat," tandas Helmy.

Kepala Cabang Bank Lampung Kota Metro, Tendiyan, menilai, keikutsertaan pihaknya dalam pembangunan di Kota Metro merupakan sebuah kewajiban. Dia memastikan, pihaknya akan mendukung segala pembangunan yang ada di Kota Metro.

"Terkait Tugu Pena ini merupakan CSR dari Bank Lampung, kenapa kita berikan CSR karena adalah bagian dari dedikasi kepada Pemerintah Kota Metro, karena Pemkot Metro merupakan salah satu pemegang saham di Bank Lampung, sehingga korelasinya sangat erat," katanya.

Pembangunan ini menurutnya, murni dari dana CSR Bank Lampung karena dana CSR adalah hak dari pemerintah kota/kabupaten maupun provinsi.

"Kami juga ingin ikut membantu Kota Metro. Apa sih pembangunan yang bisa kita jalankan, dengan meringankan beban APBD. Wujudnya tentu dengan memanfaatkan dana CSR yang ada," tandasnya.

Pembangunan Tugu Pena juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik kalangan akademisi maupun tokoh masyarakat.

Akademisi dari Universitas Muhammadyah (UM) Metro Hadri Abunawar, S.H, M.H selalu mendukung renovasi Tugu Pena tersebut.

"Jika renovasi Tugu Pena sudah dilakukan berdasarkan kajian dan aturan yang berlaku tentunya harus didukung sepenuhnya, apalagi tujuannya demi keselamatan warga Kota Metro saat berkendara," kata Hadri.

Senada Ridwan Sori Maoen Ali, tokoh masyarakat Kota Metro ini mengatakan bahwa Tugu Pena layak direnovasi, mengingat volume kendaraan yang semakin meningkat demi memperlancar arus lalu lintas.

"Jadi untuk renovasinya selain harus memperhatikan aspek keselamatan juga aspek keindahannya. Mudah-mudahan Tugu Pena yang direnovasi ini menjadi ikon kebanggaan warga Kota Metro," pungkas Ridwan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....