Cocopeat dari Lapas Kelas I Bandar Lampung Tembus Pasar Jepang
- 05 Okt 2026 23:42 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung melibatkan warga binaan dalam kegiatan produktif berupa pengepakan dan pengemasan cocopeat untuk kebutuhan ekspor ke Jepang.
Cocopeat merupakan serbuk halus yang berasal dari sisa pengolahan sabut kelapa dan banyak dimanfaatkan sebagai media tanam organik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Lapas Kelas I Bandar Lampung bekerja sama dengan PT Coir Indonesia Global. Dalam kegiatan ini, warga binaan tidak hanya melakukan pengepakan dan packing, tetapi juga membantu proses pengangkutan cocopeat hingga ke kendaraan pengangkut.
Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, melalui Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Deddy Prawaka, mengatakan kegiatan pengepakan cocopeat tersebut berlangsung rutin dan menjadi salah satu bentuk kegiatan produktif bagi warga binaan.
"Alhamdulillah, Lapas Kelas I Bandar Lampung bidang kegiatan kerjanya bekerja sama dengan rekanan, kita mendapatkan kegiatan untuk pengepakan dan packing sekaligus angkut untuk ekspor ke Jepang," kata Deddy, Senin 5 Oktober 2026.
Menurutnya, dalam satu bulan rata-rata terdapat sekitar 1.500 pack cocopeat yang diproses. Setiap pack memiliki berat sekitar 50 kilogram.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 10 hingga 20 warga binaan. Mereka bertugas melakukan pengepakan, packing, hingga mengangkut produk dari lokasi kegiatan menuju kendaraan pengangkut.
Selain mendapatkan pengalaman dan keterampilan kerja, warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pengepakan cocopeat juga memperoleh premi sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan yang mereka lakukan.
"Jelas mendapatkan premi. Pada dasarnya, teman-teman yang bekerja itu akan tetap kita hargai jasanya. Jasa-jasa tersebut kita berikan dalam bentuk premi yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau dikirim kepada keluarga," jelas Deddy.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan kerja diharapkan dapat menumbuhkan sikap produktif sekaligus memberikan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
Deddy menyebut kerja sama pengepakan cocopeat untuk ekspor ke Jepang masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Pihak Lapas juga membuka kemungkinan adanya penambahan volume pekerjaan seiring dengan kepercayaan yang diberikan pihak rekanan.
"Alhamdulillah rekanan kita cukup mempercayai kita. Tidak menutup kemungkinan kalau nanti ada penambahan-penambahan berikutnya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....