Puluhan Peserta Ikuti Festival Seni Qasidah Lampung dan Lomba Pop Islami

  • 05 Okt 2026 23:45 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin 5 Oktober 2026.

Mengusung tema “Melalui Musik Islami Kita Perkuat Syiar Islam, Lestarikan Budaya dan Bangun Generasi Lampung yang Berakhlak”, festival tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni, kreativitas, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Festival berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober 2026, dan diikuti DPD Lasqi Nusantara Jaya kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Lampung Yuri Agustina Primasari mengatakan kegiatan tersebut mencakup lomba seni qasidah, bintang vokalis, dan pop Islami.

“Lomba Seni Qasidah diikuti enam grup dari Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Pesawaran,” jelas Yuri dalam laporannya.

Sementara itu, lomba bintang vokalis diikuti 44 peserta dan lomba pop Islami diikuti 27 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan seni Islami dapat menjadi salah satu media untuk menyampaikan pesan kebaikan sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda agar dapat berkembang secara positif.

Gubernur menegaskan Pemprov Lampung memberikan perhatian terhadap ruang-ruang kreativitas yang dapat membentuk generasi muda menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, dan berprestasi, namun tetap memiliki akhlak serta nilai-nilai agama.

Sementara itu, Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo mengatakan festival tersebut tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk mencari juara.

Menurutnya, festival menjadi ruang untuk menghidupkan, mengembangkan, dan mewariskan seni Islami kepada generasi penerus.

Ia berharap seni Islami dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas.

Festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan unsur seni, budaya, dan pembinaan keagamaan dalam satu ruang bagi generasi muda Lampung.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi seni sekaligus menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter.

(Pemerintah Provinsi Lampung)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....