Lampung Pastikan Obat Pasien Risiko Tetap Tersedia

  • 05 Okt 2026 07:49 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat tindak lanjut program cek kesehatan gratis dengan memastikan kebutuhan obat bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan pengobatan pasien, terutama penderita hipertensi dan diabetes melitus.

Program cek kesehatan gratis saat ini telah dilaksanakan di 322 puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Lampung. Pemeriksaan tersebut membantu menemukan faktor risiko penyakit tidak menular sehingga pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Irman Thamrin menjelaskan kebutuhan obat dipantau melalui Sistem Informasi Manajemen Lampung atau SMILA. Data kebutuhan obat diinput langsung oleh puskesmas untuk membantu pemerintah memetakan kebutuhan pengobatan pasien.

“Data kebutuhan obat diinput langsung oleh puskesmas melalui sistem sehingga kebutuhan pengobatan dapat dipantau. Sistem ini membantu pemerintah melihat kebutuhan obat bagi pasien hipertensi dan diabetes melitus,” ujar Irman Thamrin, Minggu, 4 Oktober 2026.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan stok obat di fasilitas kesehatan. Dengan data yang diperbarui dari puskesmas, kebutuhan obat dapat dipetakan sesuai kondisi pelayanan di masing-masing wilayah.

Menurut Irman, kesinambungan pengobatan menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit kronis. Pasien yang sudah terdeteksi memiliki penyakit atau faktor risiko perlu mendapatkan pengobatan sesuai kebutuhan dan menjalani pemantauan secara rutin.

“Pengobatan bagi penderita penyakit kronis harus berjalan secara berkesinambungan dan tidak boleh terputus. Ketersediaan obat menjadi bagian penting agar pasien tetap memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya,” ucap Irman Thamrin.

Penguatan ketersediaan obat melengkapi pelaksanaan cek kesehatan gratis yang telah berjalan di Lampung. Pemerintah berharap masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor risiko dapat segera memperoleh penanganan dan melanjutkan pengobatan melalui fasilitas kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....