Cek Kesehatan Gratis Lampung Sasar 322 Puskesmas

  • 05 Okt 2026 07:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Program cek kesehatan gratis terus diperluas di seluruh wilayah Provinsi Lampung untuk meningkatkan deteksi dini penyakit masyarakat. Layanan tersebut kini telah berjalan di 322 puskesmas yang tersebar di kabupaten dan kota.

Pelaksanaan pemeriksaan tidak berhenti pada deteksi kondisi kesehatan masyarakat saat layanan berlangsung. Pemerintah juga menyiapkan tindak lanjut bagi warga yang ditemukan memiliki faktor risiko penyakit tidak menular.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Irman Thamrin mengatakan pemeriksaan menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat lebih cepat. Hasil pemeriksaan kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan bagi warga yang berisiko.

“Program ini terus berjalan di seluruh wilayah Lampung dan telah dilaksanakan di 322 puskesmas. Pemeriksaan dilakukan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” ujar Irman Thamrin, Minggu, 4 Oktober 2026.

Salah satu perhatian dalam program tersebut adalah masyarakat yang terdeteksi memiliki risiko hipertensi dan diabetes melitus. Kelompok tersebut membutuhkan pemantauan dan pengobatan secara berkelanjutan agar kondisi kesehatannya tetap terkontrol.

Pemerintah daerah juga memperkuat layanan lanjutan melalui pemantauan kebutuhan obat di puskesmas. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan pengobatan dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan setelah menjalani pemeriksaan.

“Penderita hipertensi dan diabetes melitus membutuhkan pengobatan yang berkesinambungan. Karena itu, kebutuhan obat perlu dipantau agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu,” ucap Irman Thamrin.

Melalui program cek kesehatan gratis, pemerintah berupaya memperluas akses pemeriksaan sekaligus mendorong penanganan penyakit sejak lebih awal. Penguatan layanan lanjutan diharapkan membuat masyarakat yang terdeteksi memiliki risiko mendapat pengobatan dan pemantauan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....