Pringsewu Bidik 1.000 KPM PKH Graduasi Sejahtera, 2.000 Ditarget Mandiri Alamiah
- 04 Okt 2026 14:04 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Pemerintah Kabupaten Pringsewu memasang target cukup besar dalam mendorong keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) keluar dari ketergantungan bantuan. Tahun 2026, sebanyak 1.000 KPM ditargetkan mencapai graduasi sejahtera, sementara 2.000 KPM lainnya dibidik mengalami graduasi secara alamiah. Target tersebut disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat membuka Penguatan Kapasitas SDM PKH 2026 di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Rabu (30/9/2026).
Riyanto mengatakan, target graduasi menjadi salah satu ukuran penting dalam melihat dampak PKH. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjaga daya beli keluarga penerima manfaat, tetapi juga mendorong mereka memiliki kemampuan ekonomi hingga tidak lagi bergantung pada bantuan.
Berdasarkan data DTSEN 2026, Kabupaten Pringsewu tercatat memiliki 73.313 kepala keluarga dengan 240.451 anggota rumah tangga. Sementara penerima PKH tercatat sebanyak 18.623 KPM. Untuk mencapai target graduasi tersebut, Riyanto meminta pendamping PKH memperkuat pendataan sekaligus memastikan intervensi yang diberikan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.
“Yang pertama, akurasi data dan literasi digital di tengah era keterbukaan informasi, para pendamping PKH Kemensos RI wajib memastikan pemutakhiran DTSEN dilakukan secara objektif, transparan dan akurat demi meminimalkan salah sasaran bantuan,” ujarnya, Minggu, 4 Oktober 2026.
Selain persoalan data, pemerintah daerah juga mendorong pendamping menghubungkan KPM dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Potensi UMKM, program ketenagakerjaan maupun akses permodalan diharapkan dapat menjadi pintu bagi keluarga penerima untuk meningkatkan penghasilan.
Di sisi lain, pendamping PKH juga diminta tidak mengabaikan persoalan kesehatan keluarga, khususnya dalam upaya menekan angka stunting.
“Saya meminta pendamping PKH Kemensos RI terus mengedukasi KPM dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga mengenai pemenuhan gizi anak dan ibu hamil demi mendukung target daerah mencetak generasi emas,” ucapnya.
Riyanto menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja bersama. Pendamping PKH tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial maupun organisasi perangkat daerah terkait.
“Pesan terpenting dalam PKH ini adalah pentingnya kolaborasi sesama Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial, agar program ini berdampak langsung terhadap perubahan sikap dan perilaku masyarakat miskin,” katanya.
Ia berharap prinsip 4T, yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat administrasi, terus dijaga sehingga pelaksanaan PKH di Kabupaten Pringsewu semakin efektif dalam mendukung penurunan angka kemiskinan. Dengan target graduasi tersebut, PKH diharapkan tidak berhenti sebagai program bantuan sosial, tetapi menjadi salah satu instrumen yang mendorong keluarga penerima menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....