Didorong Naik Kelas, 105 UMKM di Pringsewu Ikut Pelatihan

  • 04 Okt 2026 13:57 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu: Produk UMKM lokal Pringsewu didorong untuk tidak hanya berputar di pasar tradisional, tetapi mulai menembus jaringan ritel modern, Minggu. 4 Oktober 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Kewirausahaan Mandiri UMKM yang telah diikuti 105 pelaku usaha dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Pringsewu.

Pelatihan bertema “Membangun Daya Saing UMKM Melalui Kemitraan Bersama Indomaret” tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan PT Indomarco Prismatama. Kegiatan dibuka Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu.

Bagi pelaku UMKM, masuk ke jaringan ritel modern bukan sekadar soal mendapatkan tempat untuk menjual produk. Ada sejumlah standar yang harus dipenuhi, mulai dari kualitas, kemasan, branding hingga legalitas usaha. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Pemkab Pringsewu dalam mendorong pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kelas usahanya.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, perlu ada dukungan yang membuka akses lebih luas terhadap pasar dan pengetahuan usaha.

“Kegiatan ini adalah langkah strategis dari kemitraan antara Pringsewu dengan PT.Indomarco Prismatama dalam membuka akses pelatihan, pengetahuan, dan pemasaran bagi produk-produk UMKM lokal. Pemkab tentu mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas, memperkuat kualitas produk, kemasan, branding, serta melengkapi legalitas usaha, sehingga mampu bersanding dengan produk-produk lain di rak ritel modern,” ujarnya.

Selain mendorong UMKM masuk ke jaringan pemasaran yang lebih luas, Pemkab Pringsewu juga tengah mengembangkan sejumlah komoditas unggulan daerah. Dua di antaranya adalah tepung mocaf (Modified Cassava Flour) dan gula aren. Pemerintah daerah berharap produk tersebut dapat dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas lokal, tetapi juga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Riyanto optimistis kemitraan dengan PT Indomarco Prismatama dapat membuka peluang bagi produk-produk unggulan Pringsewu untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Saya mengajak untuk menjadikan momentum ini sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan inspirasi, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah, PT.Indomarco Prismatama, dan pelaku UMKM bagi menciptakan ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus berinovasi, dan konsisten atas mutu. Mari bersama kita bangun Pringsewu Makmur, yaitu Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagprin) Pringsewu Sulistiyo Ningsih mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk membantu produk lokal memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar dapat dipasarkan melalui jaringan distribusi modern.

Selain kualitas produk dan kemasan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kesiapan legalitas serta strategi pemasaran.

“Pelatihan ini diikuti 105 orang peserta yang merupakan para praktisi UMKM dari 9 kecamatan se-Kabupaten Pringsewu yang sudah terpilih melalui proses akurasi,” jelasnya.

Sementara itu, Branch Manager PT Indomarco Prismatama Lampung Panduwinata Aulia Putra mengatakan, pelatihan di Kabupaten Pringsewu merupakan kegiatan ke-13 yang digelar pihaknya sepanjang 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Jombang, Jakarta Timur, dan Kota Bengkulu.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Pringsewu. Melalui pelatihan dan kemitraan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami bagaimana membuat produknya siap bersaing dan diterima oleh pasar yang lebih luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....