Kapolres Pringsewu Sebut Data Jadi Bekal Membaca Kondisi Masyarakat
- 04 Okt 2026 12:40 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Membaca kondisi masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan apa yang terlihat di lapangan. Data statistik juga dibutuhkan untuk melihat situasi secara lebih terukur. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra saat bertemu Kepala BPS Kabupaten Pringsewu Sartika Yuliani Siregar.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolres Pringsewu tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas pentingnya pemanfaatan data dan informasi dalam memahami perkembangan masyarakat di Kabupaten Pringsewu.
Kapolres hadir didampingi Kasat Intelkam Iptu M Fajar Surya Atmaja. Sementara Kepala BPS Pringsewu Sartika Yuliani Siregar didampingi pejabat ahli muda BPS Kabupaten Pringsewu. Selama sekitar satu jam, pembicaraan berlangsung dalam suasana terbuka. Sejumlah hal dibahas, terutama mengenai pentingnya membangun komunikasi antarlembaga agar masing-masing pihak memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi wilayah.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, data merupakan salah satu bahan penting dalam melihat kondisi masyarakat secara objektif. Menurutnya, informasi dari lapangan akan semakin kuat apabila dapat dipadukan dengan data yang terukur.
“Silaturahmi ini penting untuk membangun komunikasi yang baik. Kita tidak bisa melihat kondisi masyarakat hanya dari satu sisi. Ada informasi di lapangan, ada pula data yang menggambarkan kondisi masyarakat secara lebih terukur,” ujar AKBP Dadi, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Dadi, data yang akurat dapat membantu memberikan perspektif yang lebih lengkap dalam memahami karakteristik dan perkembangan suatu wilayah. Karena itu, komunikasi dengan BPS dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkaya informasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Data sangat penting sebagai salah satu bahan untuk melihat kondisi masyarakat secara objektif. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan tentunya dapat mendukung pelaksanaan tugas masing-masing,” katanya.
Ia menegaskan, Polres Pringsewu terbuka untuk membangun komunikasi dengan berbagai instansi. Terlebih, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat memiliki karakter yang beragam dan tidak selalu dapat ditangani oleh satu institusi saja.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi dengan seluruh stakeholder. Masing-masing memiliki peran dan keahlian yang berbeda, dan semuanya bisa saling melengkapi,” lanjutnya.
Kepala BPS Kabupaten Pringsewu Sartika Yuliani Siregar menyambut positif pertemuan tersebut. Ia menilai komunikasi antarlembaga penting agar data statistik yang tersedia dapat dipahami dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
“Bagi kami, silaturahmi ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat komunikasi dengan Polres Pringsewu. Kami berharap hubungan ini dapat terus terjalin dan berkembang dalam bentuk koordinasi serta kolaborasi yang positif,” ujar Sartika.
Menurutnya, data statistik tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan angka, tetapi dapat menjadi gambaran mengenai berbagai kondisi dan perkembangan masyarakat di suatu wilayah.
“Data dapat memberikan gambaran mengenai kondisi masyarakat secara lebih terukur. Karena itu, komunikasi dengan berbagai pihak sangat penting agar data dan informasi yang tersedia dapat dipahami serta dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” katanya.
Pertemuan tersebut mempertemukan dua sumber informasi yang berbeda namun dapat saling melengkapi. Polri memiliki informasi yang diperoleh dari dinamika dan situasi di lapangan, sementara BPS menyediakan data statistik berdasarkan indikator yang terukur. Sinergi keduanya diharapkan dapat membantu membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan masyarakat Pringsewu.
Bagi Polres Pringsewu, komunikasi lintas sektor juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan dengan berbagai pemangku kepentingan. Sementara bagi BPS, komunikasi dengan instansi pengguna data menjadi salah satu bagian penting agar informasi statistik dapat dimanfaatkan secara tepat.
Pertemuan tersebut pun diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi. Komunikasi dan koordinasi antarlembaga akan terus dibangun sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Sebab, ketika dinamika masyarakat semakin kompleks, membaca kondisi wilayah membutuhkan dua hal yang saling melengkapi, yakni informasi dari lapangan dan data yang terukur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....