DPRD Lampung Dukung Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Pendapatan Petani
- 02 Okt 2026 07:56 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat modernisasi pertanian melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong efisiensi biaya dan peningkatan pendapatan petani.
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung H. Aribun Sayunis mengatakan modernisasi pertanian perlu menjawab persoalan yang dihadapi petani, terutama biaya produksi dan kebutuhan tenaga kerja. Penggunaan mekanisasi dan teknologi dapat mempercepat pengolahan lahan serta proses tanam sehingga pekerjaan petani menjadi lebih efisien.
“Yang paling penting, modernisasi pertanian harus memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Kalau proses produksi lebih cepat, biaya tenaga kerja dan pengolahan bisa lebih efisien, kemudian hasil panen meningkat, maka keuntungan yang diterima petani juga diharapkan semakin baik,” ujar Aribun, dikutip Kamis 1 Oktober 2026.
Menurut Aribun, penerapan teknologi juga dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan melalui pengelolaan yang lebih tepat dan terukur. Efisiensi waktu tanam diharapkan memberi ruang bagi petani untuk mengelola musim tanam dengan lebih baik serta mengurangi risiko keterlambatan produksi.
Penerapan PM-AAS di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah sebelumnya dilakukan pada lahan demfarm seluas 100 hektare dengan melibatkan 77 petani. Hasil pengukuran menunjukkan produktivitas rata-rata mencapai 11,2 ton per hektare, dengan capaian tertinggi 11,7 ton per hektare.
Aribun menilai pengembangan program perlu didukung ketersediaan air, pupuk, sarana produksi, pendampingan teknis, kelembagaan kelompok tani, dan akses pemasaran. Menurutnya, peningkatan produksi perlu diikuti kemampuan petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil panen.
DPRD Provinsi Lampung mendukung pengembangan PM-AAS di wilayah lain dengan menyesuaikan kondisi lahan dan kebutuhan petani. Aribun menilai keberhasilan modernisasi perlu dilihat dari efisiensi biaya, waktu dan tenaga, peningkatan produktivitas, serta manfaat ekonomi yang diterima petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....