Hari Batik Nasional 2026 Momentum Meneguhkan Upaya Pelestarian Batik

  • 30 Sep 2026 16:26 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Peringatan Hari Batik Nasional 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan upaya pelestarian batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia, sekaligus mendorong para perajin untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenakan batik, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi membatik, termasuk keberadaan perajin dan pelaku usaha batik di daerah. Pengakuan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2 Oktober 2009 menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pelestarian batik Indonesia.

Ketua Perkumpulan Perajin dan Pengusaha Batik Lampung, Laila Al-Khusna, mengatakan pelestarian batik harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda. Menurutnya, batik perlu diperkenalkan bukan hanya sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai karya kreatif yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat masa kini.

Laila menjelaskan, pengembangan kreativitas dapat dilakukan melalui penciptaan motif, pemilihan warna, desain produk, hingga diversifikasi penggunaan batik. Dengan demikian, batik tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

"Batik Lampung memiliki potensi untuk terus dikembangkan dengan mengangkat kekayaan budaya dan identitas daerah. Saya berharap perajin tetap mempertahankan karakter dan nilai budaya dalam setiap karya, sembari membuka ruang bagi inovasi agar produk batik dapat diterima oleh berbagai kalangan," ujarnya kepada RRI, Rabu 30 September 2026.

Selain kreativitas perajin, regenerasi menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan industri batik. Karena itu, keterlibatan generasi muda perlu diperkuat melalui edukasi, pelatihan, serta kesempatan untuk mengenal proses membatik secara langsung. Upaya regenerasi perajin wastra juga menjadi perhatian dalam program pengembangan keterampilan dan kewirausahaan yang melibatkan generasi muda.

Peringatan Hari Batik Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti pada penggunaan batik dalam kegiatan tertentu, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap proses, kreativitas, dan kerja keras para perajin. Dengan merawat warisan sekaligus mengembangkan kreativitas, batik diharapkan tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....