Dari Hobi Menari, Ulfa Raih Cuan lewat Makeup

  • 30 Sep 2026 15:51 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Ulfa Andriani memulai perjalanan makeup dari hobi merias diri dan teman-teman saat aktif sebagai penari sejak sekolah melalui pembelajaran otodidak.
  • Hobi merias yang dikembangkan secara konsisten berhasil berubah menjadi profesi makeup artist (MUA) pada tahun 2018-2019.
  • Ketertarikan pada dunia makeup terbukti membuka peluang bagi Ulfa untuk berkontribusi di industri kreatif nasional.

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Ketertarikan pada dunia makeup yang berawal dari hobi merias diri saat pentas tari, kini membawa Ulfa Andriani menekuni profesi sebagai makeup artist (MUA) sekaligus membuka peluang di industri kreatif.

Ulfa menceritakan, ketertarikannya terhadap makeup sudah muncul sejak dirinya aktif sebagai anak tari sejak sekolah. Saat itu, ia belajar secara otodidak dan kerap merias diri sendiri maupun teman-temannya untuk kebutuhan pentas. Hobi tersebut kemudian terus dikembangkan hingga akhirnya menjadi profesi pada 2018-2019.

Menurut Ulfa, menjadi MUA profesional menuntut kemauan untuk terus belajar. Ia rutin mengikuti berbagai pelatihan dan kursus untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengikuti perkembangan tren makeup yang terus berubah.

“Jadi makeup artist itu tidak boleh berhenti belajar, karena sekarang permintaan klien juga semakin detail. Kita harus terus mengikuti tren dan meningkatkan skill,” ujar Ulfa dalam Podcast bersama Pro 2 RRI Bandarlampung, melalui kanal Youtube,

Dalam menghadapi klien, Ulfa mengaku perlu memiliki kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan ciri khas dalam merias. Ia dikenal dengan gaya glam flawless, namun tetap berusaha menyesuaikan hasil riasan dengan referensi dan kebutuhan setiap klien.

Selain kemampuan teknis, Ulfa menilai seorang MUA perlu memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi. Tantangan seperti menghadapi kritik, perbedaan ekspektasi, negosiasi harga hingga pembatalan jadwal secara sepihak menjadi bagian dari pengalaman yang perlu dihadapi secara profesional.

Media sosial juga menjadi salah satu sarana penting bagi Ulfa dalam mengembangkan profesinya. Melalui media sosial, hasil makeup dapat ditampilkan sebagai portofolio sekaligus menjadi cara bagi calon klien untuk melihat karakter dan kualitas pekerjaan seorang MUA.

Ulfa menambahkan, kemampuan merias saja belum cukup untuk membangun reputasi sebagai MUA profesional. Sikap atau attitude, ketepatan waktu, komunikasi yang baik, serta kemampuan menjaga kepercayaan klien menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan usaha di industri kreatif.

Bagi anak muda yang ingin menjadikan hobi sebagai profesi, Ulfa berpesan agar tidak terlalu lama menunggu kondisi ideal untuk memulai. Menurutnya, keterbatasan alat maupun modal bukan alasan untuk berhenti mencoba selama ada kemauan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.

“Mulai saja dulu, percaya diri dan konsisten. Tidak perlu menunggu alat lengkap atau modal besar. Yang penting kita terus berproses dan mengasah skill,” kata Ulfa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....