Mediasi Polisi Redam Rencana Pendudukan Lahan Mesuji
- 22 Sep 2026 11:54 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Mesuji - Polres Mesuji mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi rencana aksi pendudukan lahan oleh masyarakat delapan desa penyangga PT Pematang Agri Lestari (PAL), Senin (21/9/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Rencana aksi melibatkan sekitar 700 warga dari sejumlah desa di Kecamatan Way Serdang dan Simpang Pematang. Mereka berasal dari Desa Rejo Mulyo, Sumber Rejo, Suka Agung, Suka Mandiri, Mulya Agung, dan Agung Batin yang merupakan desa penyangga perusahaan.
Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus bersama Kaban Kesbangpol Kabupaten Mesuji, delapan kepala desa penyangga, serta kuasa hukum masyarakat melakukan audiensi guna mencari solusi bersama. Pertemuan tersebut menjadi upaya untuk mencegah terjadinya aksi pendudukan lahan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Kami selaku pihak Kepolisian telah melakukan audiensi bersama perwakilan Pemda Kabupaten Mesuji, delapan kepala desa penyangga dan kuasa hukum masyarakat serta melakukan langkah-langkah persuasif guna mencegah adanya aksi pendudukan lahan,” ucap AKBP Muhammad Firdaus, Selasa, 22 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan dan kesepakatan disampaikan kepada perwakilan masyarakat. Namun, sebagian massa disebut belum dapat menerima hasil yang disampaikan dan masih berencana bertahan di sekitar lokasi.
Warga berencana menunggu hasil penghitungan NOPK dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung yang dijadwalkan hingga Rabu, 23 September 2026. Keputusan tersebut menjadi alasan masyarakat tetap berada di sekitar area yang dipersoalkan.
Sejumlah warga kemudian mendirikan tenda di pinggir jalan dekat perempatan lokasi sebagai tempat menunggu perkembangan proses yang sedang berjalan. Kondisi tersebut mendapat perhatian aparat kepolisian untuk memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman dan tertib.
“Personel Polres Mesuji akan terus melakukan pendampingan dan pengamanan di lokasi tersebut guna memastikan situasi tetap aman dan damai,” ujar AKBP Muhammad Firdaus.
Polres Mesuji menegaskan pendekatan dialog dan pengamanan humanis akan terus dilakukan selama proses berlangsung. Langkah itu diharapkan dapat menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memberikan ruang bagi penyelesaian persoalan melalui jalur yang sesuai ketentuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....