Musim Kemarau Diprediksi Melanda Wilayah Lampung hingga Akhir Tahun

  • 19 Sep 2026 10:27 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung -Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah melakukan antisipasi dini terhadap berbagai dampak musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino tahun 2026.

Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan prediksi BMKG bahwa musim kemarau di sejumlah wilayah Lampung masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, sebagian wilayah Lampung masih berpotensi mengalami kondisi kering hingga Oktober, sementara sebagian wilayah lainnya dapat mengalami kondisi kemarau hingga November.

Forecaster Iklim Stasiun Klimatologi BMKG Lampung, Eva Nurhayati, mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan masih berlangsung hingga November mendatang. Bahkan, terdapat sejumlah wilayah di Lampung yang berpotensi mengalami musim kemarau lebih panjang.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan masih berlangsung hingga bulan November. Bahkan ada beberapa wilayah di Lampung yang musim kemaraunya bisa berlangsung lebih panjang,” kata Eva, Sabtu 19 September 2026.

Menurut Eva, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena kemarau yang berlangsung bersamaan dengan El Nino berpotensi meningkatkan kondisi kekeringan, terutama apabila curah hujan berada di bawah normal.

BMKG sebelumnya memprakirakan El Nino 2026 dapat memperkuat kondisi kering ketika terjadi bersamaan dengan musim kemarau. Kondisi ini berpotensi berdampak terhadap ketersediaan air, pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Sehingga masyarakat diimbau melakukan langkah antisipasi, antara lain menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air, serta mengikuti informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG maupun pemerintah daerah.

Prediksi musim kemarau tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Lampung. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, ketika dikonfirmasi RRI mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi berbagai kemungkinan dampak kemarau dan El Nino.

“Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan koordinasi lintas sektor secara intens guna mengantisipasi berbagai dampak negatif musim kemarau dan El Nino tahun ini,” ujar Marindo.

Marindo menambahkan, pemerintah akan memberikan perhatian terhadap sektor-sektor yang terdampak kondisi kemarau, terutama berkaitan dengan ketersediaan pangan dan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Upaya menjaga stabilitas ketersediaan pangan dan kebutuhan air bersih bagi masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung selama musim kemarau berlangsung,” katanya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil langkah antisipatif sejak dini, sehingga dampak kemarau dan El Nino terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....