Kepala Kemenag Lampung Lantik Rokhman sebagai Kepala Kemenag Lampung Timur
- 17 Sep 2026 16:10 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Rokhman mencatat babak baru dalam perjalanan kariernya di lingkungan Kementerian Agama. Setelah sebelumnya menjabat sebagai Pengawas Sekolah Ahli Madya pada Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Rokhman kini dipercaya memimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur.
Rokhman dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain di Aula Saibatin Kanwil setempat, Kamis, 17 September 2026. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 057565/SJ/B.II/KP/07.6/09/2026 tentang pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Kementerian Agama.
Pengangkatan tersebut menjadi catatan tersendiri karena Rokhman sebelumnya merupakan Pengawas Sekolah Ahli Madya yang kemudian dipercaya menduduki jabatan kepala kantor. Perubahan tersebut sekaligus membawa Rokhman dari lingkup tugas fungsional kepengawasan ke tanggung jawab manajerial dalam memimpin satuan kerja.
Zulkarnain mengatakan perubahan peran tersebut membutuhkan kemampuan beradaptasi. Sebagai kepala kantor, Rokhman tidak hanya bertanggung jawab atas tugas teknis, tetapi juga mengelola organisasi dan memimpin seluruh jajaran Kemenag Lampung Timur.
“Ketika saudara menjadi kepala kantor, tanggung jawabnya berbeda. Saudara harus beradaptasi menjadi leader dan pemimpin. Masing-masing seksi di Lampung Timur berada di bawah kepemimpinan saudara,” ujar Zulkarnain.
Menurut Zulkarnain, pengalaman dan prestasi Rokhman selama menjalankan tugas sebagai pengawas menjadi modal untuk menjalankan amanah baru. Namun, kemampuan tersebut perlu diperkuat dengan kapasitas manajerial dan kepemimpinan.
“Saya percaya saudara mampu. Secara akademik saudara bagus. Tinggal saudara belajar dalam hal manajerial, kepemimpinan, dan lainnya,” katanya.
Pelayanan Jadi Prioritas
Zulkarnain menegaskan, jabatan kepala kantor bukan sekadar posisi atau prestise. Jabatan tersebut merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan bukan sebuah kehormatan atau prestise yang didapatkan. Jabatan itu adalah amanah yang harus dijalankan,” ujar Zulkarnain.
Karena itu, ia meminta Rokhman memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan Kementerian Agama secara optimal.
“Saudara sebagai pelayan umat dan pelayan masyarakat harus memberikan pelayanan yang prima dan optimal kepada masyarakat,” katanya.
Zulkarnain juga mengingatkan agar tidak ada urusan masyarakat yang sengaja dibiarkan berlarut-larut. Menurut dia, kemudahan dan kecepatan pelayanan merupakan bagian dari tanggung jawab aparatur dalam menjalankan amanah.
“Jangan pernah ada urusan yang tertahan di meja saudara atau di telepon saudara. Kalau saudara mempermudah urusan umat, insyaallah urusan saudara akan dipermudah,” ujarnya.
Perubahan posisi tersebut menuntut Rokhman memperluas perspektif kepemimpinan. Sebagai pengawas, fokus pekerjaan lebih banyak berkaitan dengan aspek teknis kependidikan. Sementara sebagai kepala kantor, tanggung jawab mencakup pengelolaan organisasi, pembinaan jajaran, koordinasi lintas unit, dan penyelenggaraan layanan publik.
Zulkarnain meminta Rokhman membangun kerja sama dengan seluruh jajaran agar program Kementerian Agama dapat dijalankan secara efektif.
“Kita bekerja teamwork. Tidak ada superman, tetapi superteam,” katanya.
Menurut dia, kepala kantor perlu membangun tim yang solid sekaligus mampu mengelola perbedaan karakter dan kemampuan pegawai. Dengan kerja sama yang baik, berbagai program dan kebijakan dapat diterjemahkan menjadi layanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Zulkarnain juga mendorong Rokhman untuk menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan tugas.
“Jangan pernah takut dalam bekerja. Lakukan inovasi dan kreativitas, sebarkan kebaikan dan kasih sayang, serta buat tim yang solid,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman Rokhman sebagai pengawas dapat menjadi perspektif tambahan dalam memimpin Kemenag Lampung Timur, khususnya dalam memperkuat layanan pendidikan dan keagamaan. Amanah tersebut, kata Zulkarnain, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena setiap jabatan memiliki konsekuensi pertanggungjawaban.
“Bersyukur dan bersabar dalam menjalankan amanah. Bersandar kepada Allah dan jangan takut dalam bekerja,” katanya.
Pelantikan tersebut disaksikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung Yan Maradonna selaku saksi I dan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Indra Jaya selaku saksi II. Hadir pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, pejabat di lingkungan Kemenag Kabupaten Lampung Timur, serta Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....