Mengenal Tradisi Chiu Chie, Makna Syukur Perubahan Musim Tionghoa

  • 13 Sep 2026 20:06 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Masyarakat Tionghoa memiliki beragam tradisi kebudayaan yang sarat nilai spiritual serta penghormatan terhadap alam sekitar. Salah satu perayaan penting yang rutin digelar setiap tahun dinamakan tradisi Chiu Chie atau sembahyang musim gugur.

Tradisi tersebut diselenggarakan sebagai bentuk perwujudan ucapan syukur warga atas rezeki dan hasil panen melimpah. Momentum ini juga dimanfaatkan keluarga besar perhimpunan marga untuk memanjatkan doa penghormatan kepada para leluhur.

Ketua Yayasan Marga Tong Lampung, Heridian Tong, menjelaskan makna mendalam peralihan musim dalam tradisi kebudayaan Tionghoa. Pihaknya menggelar peringatan khusus tersebut secara berkala sebanyak dua kali dalam satu tahun.

"Chiu Chie itu adalah hari khusus tradisi Tionghoa, kita dari musim panas masuk ke musim dingin itu ada musim gugur kita di situ mengucapkan syukur," kata Heridian Tong, Minggu 13 September 2026.

Perayaan Chiu Chie dilaksanakan saat memasuki musim gugur setelah masyarakat menyelesaikan aktivitas panen di musim panas. Selain Chiu Chie warga Tionghoa juga mengenal tradisi Chun Chie yang dirayakan usai peringatan Tahun Baru Imlek.

Pelaksanaan ritual tahunan ini menjadi sarana menguatkan keharmonisan serta mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga besar. Pihak yayasan senantiasa mengintegrasikan ritual doa bersama dengan beragam aksi kepedulian kemanusiaan bagi masyarakat umum.

Keberadaan tradisi kebudayaan ini terus dilestarikan secara turun-temurun oleh perhimpunan marga di Indonesia. Nilai-nilai ucapan syukur serta kepedulian sosial menjadi fondasi utama penjelas makna perayaan Chiu Chie bagi generasi penerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....