Gubernur Ajak Warga Lampung Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

  • 10 Sep 2026 11:44 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat di seluruh Provinsi Lampung menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar bersama menghadapi kemarau panjang dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Ajakan tersebut disampaikannya saat mengikuti Doa Bersama dan Salat Istisqa Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 10 September 2026.

Gubernur berharap doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat menjadi ikhtiar batin agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

"Salat istisqa ini kami ingin menjadi amalan semua masyarakat di Lampung. Kalau kita melakukan secara bersama-sama, insya Allah hati masyarakat Lampung menjadi satu, semangatnya satu, tujuannya sama," ucapnya.

Mirza mendorong pelaksanaan salat istisqa tidak hanya dilakukan di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di masjid, musala, dan pondok pesantren di seluruh Lampung. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang berdoa dan bermunajat secara bersama-sama, diharapkan semakin besar pula harapan agar doa tersebut dikabulkan Allah SWT.

Mirza menyebut masyarakat Lampung saat ini sedang menghadapi dua kondisi, yakni kemarau panjang dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut mulai berdampak pada ketersediaan air, pertanian, kesehatan, hingga aktivitas masyarakat seharihari.

"Sumber-sumber air mulai mengering, lahan-lahan pertanian kekurangan pasokan air, debu serta panas ekstrem mulai mengganggu kesehatan aktivitas sehari-hari," katanya.

Menurutnya, pemerintah bersama berbagai pihak tetap melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi persoalan tersebut. Upaya itu mencakup penanganan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, kekeringan dan kebakaran, sekaligus penyampaian informasi serta imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Namun, Mirza juga mengingatkan berbagai upaya pemerintah dan masyarakat memiliki keterbatasan. Karena itu, ikhtiar lahiriah perlu diiringi dengan doa dan introspeksi diri.

Ia mengajak masyarakat menjadikan shalat istisqa sebagai momentum untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun, memperbaiki amal, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

"Salat istisqa yang kami laksanakan hari ini bukan semata-mata tentang memohon turunnya hujan. Ini adalah momen bagi kita untuk menundukkan hati, kita perbanyak istighfar dan kita mohon ampun atas segala kekhilafan," ujarnya.

Terkait kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau, Mirza mengatakan laporan terakhir menunjukkan kondisi mulai membaik, angin tidak lagi terlalu kuat dan sebaran debu vulkanik dari erupsi juga mulai berkurang.

"Erupsi terakhir dilaporkan kemarin. Angin dilaporkan juga tidak terlalu kuat lagi, dan debu juga sudah tidak terlalu banyak lagi, debu dari erupsi Krakatau," ucap dia.

Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Kamis untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan. Gubernur berharap pelaksanaan OMC dapat membantu kondisi cuaca dan lingkungan udara, khususnya di wilayah Bandar Lampung.

Di sisi lain, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan kembali normal mulai Jumat, 11 September 2026. Gubernur mengatakan, kebijakan tersebut mengikuti keputusan terakhir Pemprov Lampung yang memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari akibat kondisi yang sebelumnya terjadi.

"Jumat masuk langsung salat istisqa di sekolah masing-masing," kata dia

Pemprov Lampung berharap rangkaian ikhtiar melalui mitigasi, OMC, doa bersama, dan salat istisqa dapat membantu masyarakat melewati kondisi kekeringan dan dampak erupsi GAK.

Turunnya hujan diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan, memperbaiki ketersediaan air, membantu lahan pertanian, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan aktivitas masyarakat Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....