BRI Tanjung Karang Targetkan KPR Subsidi selesai Tiga Hari
- 10 Sep 2026 08:30 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Lampung mendapat peluang lebih cepat mengakses rumah subsidi. BRI BO Tanjung Karang menargetkan proses pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dapat diselesaikan dalam waktu maksimal tiga hari kerja.
Target percepatan tersebut disampaikan Consumer Business Manager BRI BO Tanjung Karang, Jurtania Lova, dalam Podcast Talkshow REI-BRI Property Expo 2026 di Atrium Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung, Rabu 9 September 2026.
Jurtania mengatakan percepatan proses pembiayaan menjadi bagian dari upaya BRI mendukung program perumahan pemerintah sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat yang hendak membeli rumah subsidi.
“Insyaallah proses tiga hari kerja. Akad massal akan kita kumpulkan di hari Jumat,” kata Jurtania.
Menurut dia, pasar KPR subsidi di Lampung masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar. Hal itu terlihat dari penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) BRI BO Tanjung Karang yang sepanjang 2026 telah mencapai sekitar Rp50 miliar.
Jurtania mengatakan segmen MBR menjadi salah satu pasar yang terus didorong lantaran kebutuhan masyarakat terhadap hunian masih tinggi.
Dalam pemaparannya, batas penghasilan MBR untuk wilayah Sumatera disebut maksimal Rp8 juta bagi masyarakat yang belum menikah dan Rp10 juta bagi yang telah menikah, sesuai ketentuan program yang berlaku.
Selain calon pembeli, BRI juga mendorong pengembang untuk masuk dalam ekosistem pembiayaan perbankan. Small Business Manager BRI BO Tanjung Karang, Enda Saputra, mengatakan pembiayaan yang telah disalurkan melalui unitnya mencapai sekitar Rp15 miliar.
Sebagian besar pembiayaan tersebut masih berkaitan dengan kebutuhan supplier. Namun, pengembang juga dapat memperoleh dukungan pembiayaan dengan terlebih dahulu menjalin kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BRI.
“Kalau developer punya PKS terlebih dahulu dengan BRI, khususnya BRI Tanjung Karang,” ujarnya.
Enda menjelaskan pengembang yang hendak memperoleh pembiayaan pembangunan rumah harus memiliki lahan terlebih dahulu. BRI tidak menyediakan fasilitas kredit untuk pembelian lahan.
Sementara untuk pembangunan rumah, pembiayaan yang diberikan maksimal 70 persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Adapun 30 persen sisanya menjadi kontribusi dana pengembang.
Kisaran suku bunga Kredit Program Perumahan (KPP) disebut berada di angka 6–7 persen, dengan pelaksanaannya mengikuti ketentuan program pemerintah dan kuota yang tersedia.
Pimpinan BRI BO Tanjung Karang, Hidayat Akbar, menilai sektor perumahan di Lampung masih memiliki prospek yang kuat. Potensi tersebut terlihat dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian serta aktivitas pengembang dan pelaku usaha dalam rantai pasok sektor properti.
“Potensi Lampung cukup besar,” kata Hidayat.
Jurtania menambahkan, selain penyaluran FLPP sekitar Rp50 miliar, pembiayaan yang berkaitan dengan sektor real estate di Lampung juga mengalami peningkatan sekitar Rp23 miliar sepanjang 2026.
Menurutnya, kolaborasi antara perbankan, pengembang, dan masyarakat diperlukan agar potensi sektor properti di Lampung dapat terus berkembang.
REI-BRI Property Expo 2026 menjadi salah satu sarana mempertemukan ketiga pihak tersebut. Melalui kegiatan itu, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai rumah yang tersedia sekaligus mengetahui persyaratan pembiayaan sebelum mengajukan KPR.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....