Basarnas Lampung Kerahkan Dua RIB Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

  • 09 Sep 2026 09:51 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mendukung pencarian delapan orang yang berada di dalam sebuah speed boat yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pengerahan tersebut dilakukan setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 00.33 WIB. Permintaan itu mencakup dukungan personel dan alat utama SAR untuk memperkuat operasi pencarian.

Pada pukul 07.00 WIB, Basarnas Lampung memberangkatkan RIB 02 dengan tujuh personel dan RIB 03 yang membawa 10 personel. Kedua unit tersebut bergerak menuju area pencarian untuk melakukan penyisiran berdasarkan search area yang telah ditetapkan dalam Renops SAR H.2.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah mengatakan pengerahan dua RIB merupakan bentuk dukungan terhadap operasi SAR di wilayah Banten.

“Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan,” kata Deden.

Deden berharap operasi pencarian tersebut segera menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Ia mengatakan kondisi di lapangan akan terus menjadi pertimbangan tim dalam menentukan pola pencarian.

“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, mengingat pencarian dilakukan di wilayah perairan dengan cakupan area yang cukup luas,” ujarnya.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan dari Lampung, antara lain personel Pos SAR Bakauheni, kru KN SAR Basudewa, Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, serta Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Selain dua RIB, operasi juga didukung KRI Lepu, satu paket alat pelindung diri (APD), serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Hingga Rabu 9 September 2026, delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian (DP). Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sektor yang telah ditentukan untuk menemukan keberadaan speed boat beserta seluruh penumpangnya.

Basarnas Lampung memastikan dukungan terhadap operasi pencarian akan terus dilakukan secara terkoordinasi bersama seluruh unsur SAR gabungan dengan mengerahkan personel dan alat utama SAR yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....