Erupsi Anak Krakatau Batalkan 14 Penerbangan Lampung Hari Ini

  • 07 Sep 2026 09:02 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Erupsi Anak Gunung Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik yang mengganggu jalur penerbangan di wilayah Lampung pada 7 September 2026.
  • Sebanyak 14 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II dibatalkan hingga pukul 08.59 WIB untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan kru.
  • General Manager Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menegaskan bahwa keputusan pembatalan penerbangan mengacu pada kondisi sebaran abu vulkanik yang berdampak pada jalur penerbangan.

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung. Sebaran abu vulkanik di jalur penerbangan menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami pembatalan pada Senin 7 September 2026. Hingga pukul 08.59 WIB, tercatat 14 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II dibatalkan.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan kru pesawat. Keputusan tersebut mengacu pada kondisi sebaran abu vulkanik yang berdampak pada jalur penerbangan.

“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” ujar Kiki.

Penerbangan yang dibatalkan meliputi sejumlah rute menuju dan dari Cengkareng, Jakarta, serta Kuala Lumpur. Maskapai yang terdampak yakni Citilink Indonesia, Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, Lion Air, dan TransNusa. Pembatalan mencakup penerbangan Citilink Indonesia 905, Garuda Indonesia 073, Citilink Indonesia 904 dan 994, Indonesia AirAsia 178 dan 179, serta Lion Air 241.

Selain itu, TransNusa juga membatalkan sejumlah penerbangan, yakni TransNusa 5203, 661, 662, 5204, 5205, dan 5206. Rute penerbangan tersebut mencakup Cengkareng-Lampung, Lampung-Jakarta, Lampung-Kuala Lumpur, serta Kuala Lumpur-Lampung. Kondisi ini membuat jadwal perjalanan penumpang mengalami perubahan sesuai perkembangan situasi penerbangan.

Kiki menjelaskan tim operasional Bandara Internasional Radin Inten II terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak pembatalan maupun penundaan penerbangan.

“Tim operasional telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang,” kata Kiki.

Pihak bandara juga melakukan pembaruan informasi secara rutin terkait jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak erupsi Anak Gunung Krakatau. Masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Internasional Radin Inten II diminta memantau status penerbangannya. Penumpang juga diimbau berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai untuk memastikan jadwal keberangkatan.

Manajemen InJourney Airports Bandara Internasional Radin Inten II terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa. Langkah tersebut dilakukan sambil memantau perkembangan dampak erupsi Anak Gunung Krakatau terhadap jalur penerbangan. Pihak bandara berharap kondisi erupsi dapat segera teratasi sehingga aktivitas penerbangan kembali berjalan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....