BULOG Lampung Monitoring Pasar, Pastikan Stok dan Harga Beras Terkendali

  • 06 Sep 2026 11:35 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Perum BULOG Kanwil Lampung melakukan monitoring dan inspeksi langsung harga serta ketersediaan pangan di Pasar Tugu, Bandar Lampung, Sabtu 5 September 2026. Langkah tersebut dilakukan secara serentak oleh jajaran BULOG di berbagai daerah sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga dan memastikan pasokan pangan tetap tersedia.

Pemimpin Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan pemantauan langsung ke pasar merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengantisipasi potensi dampaknya terhadap inflasi.

“Kami mengantisipasi bukan hanya pengaduan, tetapi kami mengantisipasi akan kenaikan inflasi. Itu yang paling utama. Karena penugasan BULOG yang paling utama adalah menjaga stabilisasi harga,” kata Rindo saat melakukan monitoring di Pasar Tugu, Bandarlampung.

Dalam monitoring tersebut, Rindo bersama jajaran BULOG berdialog dengan pedagang dan mengecek harga serta ketersediaan beras di tingkat pasar. Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan dengan baik.

Selain beras SPHP, BULOG Lampung juga mendorong penguatan pasokan beras premium dan komoditas pangan lainnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Secara nasional, kondisi stok beras yang dikelola BULOG masih berada pada level kuat. Per 5 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 4,9 juta ton.

Khusus di Lampung, BULOG mencatat stok 231.109 ton beras dan 66.227 ton gabah, dengan total mencapai 264.884 ton setara beras.

Sementara itu, penyaluran beras SPHP secara nasional sepanjang 2026 hingga 5 September telah mencapai sekitar 756 ribu ton. Di Lampung, realisasi penyaluran SPHP tercatat sebanyak 18.956 ton.

Besarnya stok dan realisasi penyaluran tersebut menjadi modal BULOG untuk melanjutkan intervensi pasar secara terukur apabila terjadi gejolak harga maupun gangguan pasokan.

Monitoring pasar dilakukan tidak hanya untuk melihat kondisi harga, tetapi juga mencermati ketersediaan komoditas dan kelancaran distribusi hingga tingkat konsumen. Apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, langkah korektif dapat segera dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, BULOG berkolaborasi dengan Satgas Pangan, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola pasar, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan terhadap stok, distribusi, dan harga pangan di lapangan.

BULOG bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga terus mengoptimalkan sejumlah instrumen stabilisasi pangan, mulai dari penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP, penambahan pasokan beras premium hingga operasi pasar.

Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat untuk memastikan pasokan pangan tersedia secara merata dan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....