Warga Bandarlampung Keluhkan Dampak Hujan Abu Letusan Krakatau
- 05 Sep 2026 21:11 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandarlampung mengeluhkan dampak hujan abu yang terjadi setelah aktivitas erupsi Gunung Krakatau. Abu vulkanik dilaporkan mengganggu aktivitas warga, terutama karena menyebabkan mata perih dan mengganggu pernapasan.
Adi, warga Langkapura, Bandarlampung, mengaku tidak kuat berlama-lama berada di luar rumah akibat hujan abu tersebut. Selain membuat matanya terasa perih, ia juga merasakan sedikit sesak pada pernapasan setelah menghirup abu yang beterbangan.
"Tidak hanya itu, teras rumah maupun kendaraan yang terparkir saat ini dipenuhi abu hitam," kata Adi, Sabtu 5 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah. Abu yang menempel di berbagai permukaan juga membuat lingkungan permukiman tampak kotor.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Sueb. Ia mengatakan hujan abu mulai dirasakan warga menjelang waktu Magrib dan terus berlanjut hingga malam hari.
Sueb memilih tetap berada di dalam rumah lantaran abu yang beterbangan mengganggu penglihatannya, terutama ketika dirinya berada di jalan menggunakan sepeda motor.
"Mata saya perih saat naik motor, nggak bisa melek, banyak debu," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga di luar rumah menjadi terganggu. Selain jarak pandang yang terasa tidak nyaman, abu vulkanik juga dikhawatirkan mengganggu kesehatan, terutama bagi warga yang sensitif terhadap debu.
Warga berharap kondisi tersebut segera mereda dan mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila hujan abu kembali terjadi.
Hingga berita ini ditulis, dampak hujan abu masih dirasakan oleh sebagian warga di Bandarlampung. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Krakatau dan kondisi udara di wilayah terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....