Karhutla Taman Nasional Way Kambas Ancam Habitat Satwa Dilindungi

  • 05 Sep 2026 10:13 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sepanjang 2026 tidak hanya mengancam tutupan vegetasi, tetapi juga habitat satwa dilindungi. Meski kawasan terdampak mencapai ribuan hektare, Balai Besar TNWK memastikan kondisi satwa kunci tetap terpantau.

Kepala Balai Besar TNWK, Zaidi, menyebut populasi Harimau Sumatra di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 12 ekor. Sementara itu, populasi gajah Sumatra terdiri atas sekitar 150–200 ekor gajah liar dan 63 ekor gajah jinak.

Untuk badak Sumatra, pihak TNWK juga terus memastikan kondisi habitat dan populasinya melalui pemantauan secara berkala. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan satwa tetap memiliki habitat yang aman di tengah ancaman kebakaran yang melanda kawasan taman nasional.

"Meski cakupan karhutla cukup luas, kami memastikan populasi satwa kunci tetap terpantau sehat dan berada dalam kondisi habitat yang aman," kata Zaidi. Menurutnya, pemantauan terhadap satwa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem TNWK.

Ancaman terhadap habitat satwa tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke TNWK Lampung Timur, pada hari Kamis 3 September 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan serta penanganan karhutla yang terjadi di taman nasional.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Haris Almashari, mengatakan TNWK merupakan salah satu benteng penting pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Menurutnya, keberadaan taman nasional tersebut sangat strategis karena menjadi habitat bagi berbagai satwa yang dilindungi.

Abdul Haris menilai keberadaan satwa seperti gajah Sumatra, badak Sumatra, dan harimau Sumatra menghadapi tekanan akibat kebakaran yang terjadi hampir setiap tahun. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan yang konsisten agar kerusakan habitat tidak semakin meluas.

Karena itu, Komisi IV DPR RI menilai penanganan karhutla di TNWK harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapsiagaan dan deteksi dini hingga penanganan serta pemulihan kawasan pascakebakaran. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko kebakaran berulang sekaligus menjaga kelestarian habitat dan populasi satwa dilindungi di TNWK.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....