Karhutla TN Way Kambas Ancam Kawasan Konservasi, 6.984 Hektare Terdampak

  • 05 Sep 2026 10:17 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, menjadi ancaman serius bagi kawasan konservasi sepanjang 2026. Balai Besar TNWK mencatat sebanyak 16 kejadian kebakaran dengan total area terdampak mencapai 6.984 hektare.

Data tersebut disampaikan Kepala Balai Besar TNWK, Zaidi, saat kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke kawasan TNWK, pada Kamis 3 September 2026. Ia mengatakan kebakaran sepanjang tahun didominasi vegetasi semak rawa dan padang alang-alang yang mudah terbakar.

Kondisi vegetasi tersebut membuat api cepat menyebar, terutama di kawasan bagian barat taman nasional yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Situasi itu turut meningkatkan potensi kebakaran meluas ke area konservasi yang memiliki ekosistem penting.

Zaidi menyebut eskalasi kebakaran tertinggi terjadi pada Agustus 2026. Cuaca ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino, ditambah angin kencang, turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran dan mempercepat penyebaran api.

Kebakaran besar terakhir terjadi pada 27–28 Agustus 2026 di wilayah utara TNWK. Api membakar sekitar 912 hektare kawasan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 18.45 WIB.

Penanganan kebakaran dilakukan dengan mengerahkan tim gabungan dari berbagai unsur untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran lebih luas. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui 20 kali water bombing serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNWK. Menurutnya, keterbatasan akses kendaraan, sumber air, serta sarana dan prasarana pemadaman menjadi tantangan tersendiri dalam menangani kebakaran.

Jihan mengatakan upaya pengendalian tetap dapat dilakukan meski petugas menghadapi akses yang sulit dijangkau. Berdasarkan pemantauan kamera drone, masih terdapat sejumlah titik panas di kawasan lahan gambut TNWK sehingga kesiapsiagaan dan patroli perlu terus diperkuat untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....