Polinela Kembangkan Inovasi Energi Surya untuk Pertanian
- 06 Sep 2026 08:43 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pengembangan energi baru terbarukan terus mendapat perhatian di Lampung melalui berbagai riset terapan yang menyasar sektor pendidikan dan pertanian. Salah satu inovasi tersebut dikembangkan oleh dosen Politeknik Negeri Lampung, Novia Utami Putri, melalui pemanfaatan teknologi energi surya yang aplikatif.
Inovasi yang dikembangkan mencakup media pembelajaran berbasis energi terbarukan serta teknologi pertanian ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian.
Novia Utami Putri menjelaskan ketertarikannya pada energi bersih berawal dari kebutuhan menghadirkan pembelajaran yang lebih mudah dipahami oleh siswa dan mahasiswa vokasi. Menurutnya, pendidikan energi terbarukan perlu didukung praktik langsung agar peserta didik memahami penerapan teknologi di lapangan.
"Ketertarikan saya pada energi bersih berawal dari kegelisahan sederhana, bagaimana caranya agar pendidikan vokasi tentang Energi Baru Terbarukan tidak hanya teoritis di atas kertas," ucap Novia, Jumat, 4 September 2026.
Salah satu hasil pengembangannya adalah Trainer Hybrid Energy yang menggabungkan energi surya dan sistem kontrol dalam satu perangkat pembelajaran. Teknologi tersebut membantu peserta didik memahami proses pembangkitan dan pengelolaan energi secara langsung.
Selain untuk pendidikan, inovasi energi surya juga diterapkan pada sektor pertanian melalui perangkap hama bertenaga panel surya untuk tanaman padi. Teknologi ini dirancang untuk membantu pengendalian hama dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dwi Puji Hartono, menilai riset terapan perlu diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat dan dunia kerja. Pengembangan energi baru terbarukan menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki prospek besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Polinela terus mendorong dosen untuk menghasilkan riset terapan dan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia kerja," ujarnya.
Menurut Dwi, hasil penelitian yang lahir dari lingkungan kampus perlu terus diperluas pemanfaatannya agar dapat diterapkan oleh masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan hilirisasi riset yang selama ini dikembangkan perguruan tinggi vokasi.
Melalui inovasi energi surya yang terhubung dengan kebutuhan pendidikan dan pertanian, pengembangan energi bersih diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Teknologi yang lahir dari riset terapan juga diharapkan mampu mendukung ketahanan energi dan ketahanan pangan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....