RISS 2026 Hadirkan Pembelajaran Lintas Budaya di Lampung
- 02 Sep 2026 13:50 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - UIN Raden Intan Lampung memperkuat internasionalisasi kampus melalui Raden Intan Seasonal School (RISS) 2026. Program ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, serta peserta internasional dalam kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat.
RISS 2026 mengusung tema “Building Bridges Through Culture, Service, and Global Citizenship” dan berlangsung selama empat hari, 26 hingga 29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut digagas Pusat Sertifikasi, Akreditasi, dan Layanan Internasional (SALI) Lembaga Penjaminan Mutu UIN Raden Intan Lampung.
Program dibuka Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Raden Intan Lampung, Bambang Budiwiranto, PhD, di Ruang Teater Gedung Academic & Research Center, Rabu 26 Agustus 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hybrid dengan melibatkan peserta yang hadir langsung maupun mengikuti kegiatan dari berbagai lokasi secara daring.
Kepala Pusat SALI UIN Raden Intan Lampung, Fithrah Auliya Ansar, PhD, mengatakan hari pertama RISS 2026 diikuti lebih dari 100 peserta. Sebanyak 14 mahasiswa internasional dari Indonesia, Sudan, Nigeria, Thailand, dan Yaman turut mengikuti rangkaian kegiatan secara luring.
“RISS bukan sekadar seasonal program, tetapi menjadi langkah untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan,” ujar Fithrah, Selasa, 1 September 2026.
Para mahasiswa internasional tersebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Lampung, termasuk UIN Raden Intan Lampung, UIN Jurai Siwo Lampung, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Universitas Aisyiyah Pringsewu, dan Universitas Muhammadiyah Metro. Kehadiran peserta dari berbagai negara diarahkan untuk memperluas pengalaman mahasiswa dalam memahami budaya serta perspektif global.
Bambang Budiwiranto mengatakan UIN Raden Intan Lampung terus meningkatkan program internasionalisasi melalui kerja sama dan mobilitas mahasiswa yang semakin intensif sejak 2022. Kampus tersebut mendorong semakin banyak mahasiswa internasional datang dan mengikuti kegiatan akademik di Lampung.
“Ke depan, salah satu yang ingin kita dorong adalah bagaimana lebih banyak mahasiswa internasional yang datang dan belajar di UIN Raden Intan Lampung,” ucap Bambang.
Selain pembelajaran lintas budaya, RISS 2026 memadukan pertukaran budaya, mobilitas mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun wawasan global peserta sekaligus mengenalkan nilai dan budaya lokal Lampung.
Penguatan internasionalisasi juga dilakukan melalui penerapan English as a Medium of Instruction atau EMI di lingkungan kampus. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Intan Lampung menjadi salah satu pelopor penerapan metode tersebut yang diharapkan dapat dikembangkan di fakultas lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....